Matamata.com - Blak-blakan, Putra Siregar bicara soal kabar penangkapan dirinya oleh pihak Bea Cukai terkait perdagangan ponsel ilegal.
Menurut Putra, dia memang pernah ditangkap pada 2017 namun dijadikan tahanan kota sampai sekarang karena bersikap kooperatif. Kasus ini baru mencuat karena fotonya saat ditangkap diunggah oleh akun Instagram @bckanwiljakarta pada Selasa (28/7/2020).
"Penahanan dari bea cukai nggak ada sama sekali. Sebab saya selama tiga tahun bersikap kooperatif," kata Putra Siregar ditemui di kawasan Condet, Jakarta Timur pada Jumat (31/7/2020).
Atas rumor tersebut, Putra Siregar merasa dirugikan. Apalagi kabar itu didukung dengan unggahan foto dirinya pada laman Instagram tersebut.
"Ini seperti pembunuhan karakter. Saya baru diindikasi, bukan penyelundupan. Tagihan bea cukainya diduga belum selesai," ujar lelaki asal Medan ini.
Hingga tiga tahun kasus ini bergulir, statusnya masih tersangka. Pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Timur tengah masih memeriksa berkas yang sudah dilimpahkan dari Bea Cukai Kanwil Jakarta.
"Belum diputuskan (bersalah atau tidak)," ucapnya.
Menghadapi masalah hukum, Putra Siregar akan menaati peraturan. Itulah yang membuat dirinya kini hanya sebagai tahanan kota.
"Saya taat hukum, kooperatif. Nggak ada alasan kuat untuk menahan saya," katanya. (Rena Pangesti)
Berita Terkait
-
Putra Siregar dan Rizky Billar Bongkar Dosa Pacar Tamara Tyasmara: Pembunuh Dante Kebal Hukum?
-
Putra Siregar Bicara Kondisi Rumah Tangga Ria Ricis dan Teuku Ryan Sebelum Gugatan Cerai
-
Pernah Nyaris Bercerai Dengan Istri, Ini Kata Putra Siregar Tentang Perceraian Ria Ricis dan Teuku Ryan
-
Ria Ricis Pengen Pisah, Teuku Ryan Dituntut Nafkah Anak Hingga Minta Pekerjaan Ke Putra Siregar
-
Pendidikan S2 Jadi Gunjingan, Teuku Ryan Diduga Minta Pekerjaan Ke Putra Siregar
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo