Matamata.com - Anji baru saja menuai ramai komentar pedas hingga kritikan perihal konten obat Covid 19 lewat channel Youtube miliknya.
Penyanyi yang satu ini menghadirkan narasumber yang dituliskan bernama Profesor Hadi Pranoto yang ia percaya sebagai pakar Mikrobiologi.
Konten ini membahas perihal obat Covid 19 yang telah menyembuhkan ribuan orang.
Tak hanya pernyataan yang dikeluarkan, namun konten Anji menjadi makin diperbincangkan karena sosok Hadi Pranoto tersebut.
Musisi Fiersa Besari lantas mengunggah dua tangkapan layar tentang sosok Hadi Pranoto.
Yang pertama, dari Youtube Anji dengan gelar sebagai Profesor dan Ahli Mikrobiologi.
Dan yang kedua dari media yang mewawancarai Hadi Pranoto sebagai panitia acara hajatan yang sempat diramaikan oleh Haji Rhoma Irama beberapa waktu lalu.
Hingga hari Minggu (2/8), Anji belum buka suara saat namanya jadi trending topic karena konten obat Covid 19 tersebut. Gimana nih kalau menurutmu?
Berita Terkait
-
Selamat! Leticia Joseph Raih Juara Pertama 'GADIS Sampul 2025'
-
Kabar Duka! Fiersa Besari Bagikan Cerita Kondisi di Pendakian Carstensz
-
Akui Jalan ke Bangkok Bersama Anji, Juliette Angela Minta Masalah itu tak Perlu Diperbesar: Murni Profesional
-
Sexy Goath Ngaku Diintimidasi Kakak Anji Usai Bongkar Dugaan Perselingkuhan, Pengacara Bakal Proses Hukum
-
Dituding Selingkuh, Anji Manji Akhirnya Muncul: Situasinya Tidak Sederhana
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo