Matamata.com - Ade Firman Hakim meninggal dunia pada, Senin (14/) diduga karena virus corona atau Covid-19. Sang manajer mengungkapkan jika hasil swab Ade Firman Hakim belum keluar.
"Indikasi Covid-19 tapi hasil swab-nya belum keluar," ujar manajer Ade FIrman Hakim, Rulli saat dihubungi, Senin (14/9/2020).
Ade Firman Hakim sudah dirawat di Rumah Sakit Tarakan sejak Sabtu (12/9/2020). Diagnosa terakhir menyatakan ada flek di paru-paru bintang film Night Bus ini.
"Sudah dirawat dari Sabtu, karena ada flek di paru-paru, itu aja yang saya dapet informasinya," jelas Rully.
Kembali dipertegas, Ade Firman Hakim dirawat karena ada keluhan di pernapasannya. Di rawat sejak tiga hari lalu pun karena paru-parunya bermasalah.
"Iyaa dari Sabtu dirawat karena itu," lanjutnya.
Sayangnya hingga kini Rulli belum mendapat kabar dimana jenazah Rulli akan dimakamkan. Namun, saat ini jenazah masih di rumah sakit.
"Saya belum tahu, mau nanya ke keluarga. Masih (di rumah sakit)," kata Rulli.
Ade Firman Hakim meninggal dunia pukul 17.21 WIB di RS Tarakan, Jakarta Pusat. Ade Firman meninggal di usia 31 tahun.
Berita Terkait
-
Setengah Perempuan Indonesia Alami Obesitas Sentral, Kemenkes Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke
-
Lonjakan Kasus Covid-19 Terjadi, Kemenkes: Fatalitas Rendah, Penularan Masih Terkendali
-
Akhirnya Terjawab Dagu Deddy Corbuzier Berubah Jadi Kotak, Hasil Operasi karena Ada Tumor
-
Covid-19 Melonjak di Malaysia, Sepekan Tembus 6.796 Kasus
-
Sempat Terpuruk, Rachel Vennya Ungkap Kebaikan Nagita Slavina dengan Suara Bergetar: Satu-satunya Orang..
Terpopuler
-
Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini
-
Revitalisasi Sekolah 2026: Mendikdasmen Kucurkan Rp2,6 Triliun dan Gandeng Starlink
-
Menteri LH Dorong PSEL Palembang Mampu Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
-
The Popstival Vol. 2 Hidupkan Kembali Euforia Festival di Depok yang Lama Dirindukan
-
Cegah Kekerasan Seksual, DPR Minta Kemenag Perketat Pengawasan Pesantren
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo