Madinah | MataMata.com
Artis Nikita Mirzani. [MataMata.com/Herwanto]

Matamata.com - Artis Nikita Mirzani mengunggah video bentrok antara polisi dan para pengunjuk rasa yang pecah dalam aksi demo  buruh terkait disahkannya UU Omnibus Law oleh DPR, Kamis (8/20/2020) kemarin. Dalam video tersebut, tampak barisan polisi membentuk barikade pertahanan dari para pengunjuk rasa. Dengan tameng, aparat menghindari hujan batu yang dilempar ke arah mereka.

Di caption, Nikita Mirzani mendoakan para polisi agar senantiasa dilindungi Allah Subhanallahu Wata'alla dari pengunjuk rasa yang menurutnya bertindak anarkis.

Postingan Nikita Mirzani mendooakan aparat yang berjaga saat demo. [Instagram]

"Semoga TUHAN menjaga dan melindungi semua anggota POLRI Yang melaksanakan tugas lapangan. Di berikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi pendemo Yang anarkis. Amin," tulis Nikita Mirzani.

Baca Juga:
Nikita Mirzani Kecewa ke Pendemo, Meggy Wulandari Ditegur Keras

Postingan Nikita Mirzani langsung diguyur komentar keras dari para netizen. Mereka menyebut apa yang disampaikan Nikita Mirzani lantaran tak tahu kondisi sebenarnya di lapangan.

@galuh_azkeeya menulis, "Anarkis aja kagak digubris, gimana nggak anarkis Nyai. Mau jadi apa negara ini? Kita bela rakyat kecil Nyai bukan sekedar anarkis."

Artis Nikita Mirzani di kawasan Tendean, Jakarta Selatan. [MataMata.com/Ismail]

@pernahgalau_ menambahkan, "Dihh belom tau rasanya ikut demo lo. Sok-sokan doain polisi. Melek noh banyak mahasiswa meninggal gara-gara polisi."

Baca Juga:
Sempat Dukung Pendemo, Nikita Mirzani Berbalik Kecewa, Kenapa?

"Haiyaaa pendemo ngga akan anarkis kalau keadilan ditegakkan. Apa kabarnya dengan polisi yang main keroyok sama pendemo. Pantesan Vidio yang tadi hapus ternyata atut sama polisi," lanjut @arisbdr.

"Coba diliat yang polisi keroyok pendemo saat sendiri. Jangan liat yang bagusnya aja. Tetap aja yang disalahin pendemo. Dari dulu kan gitu," timpal @amel077.

Artis Nikita Mirzani. [MataMata.com/Herwanto]

"Kami gak anarkis kami hanya butuh keadilan bagi rakyat kecil, mata kami perih terus terusan dibasahi air gas,dan diluaran kota lain banyak kakak mahasiswa yang dipukuli oleh polisi," pungkas @dwrst15.

Load More