Matamata.com - Miss Eco Indonesia 2020, Intan Wisni jadi bahan olokan karena tak lancar berbahasa inggris. Pasalnya ia memakai translator saat maju di ajang Miss Eco International 2021.
Intan sendiri sudah meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Dara 23 tahun itu ngaku grogi sehingga membutuhkan translator.
Kali ini, Intan curhat pernah tak didukung ibunya masuk ke dunia pageant. Ia bahkan sampai tak dianggap anak oleh ibunya.
"2017 saya sempat tidak diakui anak karena keinginan saya untuk tetap berkelut di dunia pageant," tulis Intan lewat postingan Instagram.
Tapi akhirnya sang ibu melihat kesungguhannya dalam menggeluti dunia pageant. Ia pun jadi kebanggaan sang ibu saat ini.
"Tapi 2021, Ibu saya mengucapkan kata 'Bangga' kepada saya. Itu sudah jauh lebih cukup untuk saya dan menjadikan perkataan tersebut bahan bakar saya agar tetap Kuat dan Menguatkan 'mereka' yang membutuhkan, 'mereka' yang ditertawakan dan 'mereka' yang diremehkan," imbuhnya.
Intan Wisni berhasil masuk ke 10 besar ajang Miss Eco International 2021. Sayangnya gara-gara dibantu translator, ia jadi bahan cibiran di negaranya sendiri.
Berita Terkait
-
Emma Waroka Sentil Pedas Intan Wisni: Tong Kosong Nyaring Bunyinya!
-
Cara Klarifikasi Miss Eco Intan Wisni Panen Hujatan: Gak Ada Wibawanya!
-
5 Fakta Intan Wisni, Finalis Miss Eco International 2021 yang Jadi Sorotan
-
Dicibir Tak Bisa Bahasa Inggris, Intan Wisni: Aku Punya Trauma!
-
Profil Intan Wisni Miss Eco Indonesia, Dituding Tak Mahir Bahasa Inggris
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo