Matamata.com - Seorang peserta Hafiz Indonesia yang berasal dari Binjai, Sumatera Utara berhasil membuat Syekh Ahmad Al-Misry terharu. Meski bocah 8 tahun tersebut punya keterbatasan, tapi hal itu tak mengurangi niatnya untuk membaca Alquran.
Syekh Ahmad yang jadi juri acara tersebut merasa terharu lantaran Tegar tetap membaca Alquran meski harus membuka lembar demi lembar Alquran dengan kakinya.
"Tegar, hebat banget tegar. Namanya tegar dan benar-benar tegar. Ini kaki yang setiap hari buka lembar Alquran betul?" tanya Syeikh Ahmad dilansir dari channel YouTube Hafiz Indonesia.
Tegar lantas mengangguk pelan. Syekh Ahmad langsung mencium kaki Tegar yang sering digunakan untuk membuka Alquran.
"Tegar engga bisa membalik Alquran dengan tangannya, tapi bisa mmebalik halaman Alquran dengan kaki dan itu sama sekali tidak merendahkan Alquran, sama sekali tidak menghina Alquran," pungkas Syekh Ahmad.
"Bahkan ini kaki yang penuh dengan kemuliaan. Allah berikan saya kesempatan untuk mencium kaki yang terus setiap hari pegang Al Quran ini," lanjutnya.
Mendengar ucapan Syekh Ahmad, Irfan Hakim sebagai pembawa acara Hafiz Indonesia ikut terharu. "Ya Allah Masya Allah," sahut Irfan.
Berita Terkait
Terpopuler
-
Tawarkan Konsep Menarik, Cantika Davinca Ingin Lagu 'Mencintai Tak Dicintai' Disukai Banyak Orang
-
Rayakan Idul Adha 1447 H, Masjid Al Falaah RBK Gelar Salat Ied hingga Pemotongan Kurban, 1 Sapi dan 4 Ekor Kambing
-
JPU Diduga Lupa Agenda Sidang Kasus Reinhart Muljadi di PN Jakbar, Pengacara Nilai Sarat Kejanggalan
-
Pernah Duduki Posisi Top Chart Tangga Lagu, ASBAK Band Percaya Diri Rilis Lagu 'Izinkan Aku Menjagamu'
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo