Matamata.com - Tantowi Yahya mengatakan bahwa ia tak tahu penyebab meninggalnya sang sahabat, Koes Hendratmo. Satu hal yang dia tahu, selama ini Koes rajin berolahraga semasa hidup.
"Nggak pernah saya dengar (sakit), orangnya sehat sekali," kata Tantowi Yahya saat dihubungi, Selasa (7/9/2021).
Tantowi Yahya juga tak tahu kalau Koes Hendratmo mengidap penyakit tertentu selama ini. Namun, berdasarkan informasi dari keluarga, kemungkinan besar Koes meninggal karena serangan jantung.
"Tapi belum ada konfirmasi lebih lanjut," ucap dia.
Koes Hendratmo akan dimakamkan pada hari ini. Di mana lokasinya, Tantowi belum tahu pasti.
"Yang jelas dimakamkan hari ini karena nggak ada yang ditunggu. Tapi apakah setelah solat Zuhur atau ashar dimakamkan saya nggak tahu, di mananya juga nggak tahu," katanya.
Koes Hendratmo yang merupakan presenter legendaris meninggal dunia di usia 78 tahun. Ia ditemukan sudah tak bernyawa oleh sang asisten di kamar di rumahnya.
Belakangan, Koes Hendratmo memang tinggal sendirian di rumah usai sang istri meninggal beberapa bulan lalu.
Berita Terkait
-
Koes Hendratmo Meninggal Dunia, Vicky Prasetyo Divonis 4 Bulan Penjara
-
Koes Hendratmo Meninggal Dunia, Tato Amanda Manopo Pakai Huruf Arab?
-
Koes Hendratmo Meninggal Dunia, Gugatan Praperadilan Dipo Latief Ditolak
-
Kronologi Koes Hendratmo Meninggal, Sudah Tak Sadar saat Ditemukan di Kamar
-
Kabar Koes Hendratmo Meninggal Dunia Dikonfirmasi Keluarga
Terpopuler
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
-
Kisahkan Tragedi Tsunami Aceh! Abidzar hingga Cinta Brian, Ungkap Sinetron 'Lautan Cinta'
-
Mensesneg Prasetyo Hadi Resmi Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK
-
Pemprov DKI Siapkan Anggaran LPDP Khusus Jakarta Rp100 Miliar untuk Tahun Depan
-
Italia Tegaskan Tak Terlibat Operasi Militer AS terhadap Iran
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo