Matamata.com - Kabar meninggalnya Koes Hendratmo telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga. Mereka membenarkan bahwa host acara musik "Berpacu Dalam Melodi" itu menghembuskan napas terakhirnya hari ini, Selasa (7/9/2021).
"Iya benar beliau berpulang siang tadi," kata menantu Koes Hendratmo, Petrus Briyanto Adi saat dikonfirmasi lewat WhatsApp.
Adi, sapaan akrabnya mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya ayah mertua. Pasalnya ia tinggal di luar kota bersama sang istri, Bonita.
Bonita sendiri kini tengah dalam perjalanan menuju Jakarta setelah mendapat kabar ayah tercinta meninggal dunia.
"Penyebabnya kami belum tahu pasti, nanti kalau sudah ada kabar terkini dari yang di Jakarta akan saya update," ucapnya.
"Saat ini Bonita dalam perjalanan ke Jogja untuk mengejar pesawat ke Jakarta siang-sore ini," kata Adi menambahkan.
Awalnya kabar duka ini dibagikan Nia Samantha, sahabat putri Koes Hendratmo yang bernama Bonita. Ia menuliskan pesan selamat jalan kepada penyanyi 78 tahun ini.
"Berpacu dalam melody, selamat jalan om," tulis Nia Samantha, Selasa (7/9/2021).
Berita Terkait
-
Koes Hendratmo Meninggal Dunia, Vicky Prasetyo Divonis 4 Bulan Penjara
-
Koes Hendratmo Meninggal Dunia, Tato Amanda Manopo Pakai Huruf Arab?
-
Koes Hendratmo Diduga Terkena Serangan Jantung, Tantowi Yahya Syok
-
Koes Hendratmo Meninggal Dunia, Gugatan Praperadilan Dipo Latief Ditolak
-
Kronologi Koes Hendratmo Meninggal, Sudah Tak Sadar saat Ditemukan di Kamar
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo