Matamata.com - Kuasa hukum Teddy Pardiyana, Wati Trisnawati buka suara mengenai kondisi kliennya. Bahwa suami almarhum Lina Jubaedah itu tinggal di rumah jauh dari kota dibenarkan olehnya.
"Terkait keadaan rumah pak Teddy sendiri, saya belum tahu yah. Karena kami belum melihat langsung keadaan rumah pak Teddy," ujar Wati Trisnawati di akun YouTube Cumicumi yang diunggah pada Senin (1/11/2021).
"Yang pasti pak Teddy tinggal di daerah Banjaran, itu jauh dari kota. Nah setahu saya, pak Teddy hanya mampu beli aset tersebut," sambungnya lagi.
Diungkap oleh Wati Trisnawati, kondisi keuangan Teddy Pardiyana memang memburuk semenjak pandemi Covid-19. Dia menyebut kliennya itu tidak bekerja lantaran kurang pengalaman.
"Memang kondisi pak Teddy sulit yah. Selain pandemi, pak Teddy tidak biasa bekerja di Indonesia. Karena selama ini kerja di luar negeri. Bekerja di dalam negeri belum pengalaman," tuturnya.
Wati Trisnawati memaklumi mengingat Teddy Pardiyana sedang fokus mengurus anaknya dari Lina Jubaedah, Bintang.
"Pak Teddy juga ingin fokus dengan dedek Bintang. Dia tidak mau menitipkan anaknya, dia mau fokus membesarkan anaknya," ucapnya.
Selebihnya, alasan lain Teddy Pardiyana kini hidup susah juga diungkap olehnya. Menurutnya itu terjadi lantaran sang ayah tiri Rizky Febian tidak mau dianggap menguasai harta Lina Jubaedah.
"Pak Teddy sampai detik ini tidak pernah menguasai aset peninggalan almarhum. Bahkan aset pribadinya, kos-kosan Bojong Soang saat ini telah dikuasai pihak sana," ungkapnya.
"Pak Teddy tidak menikmati aset tersebut. Padahal kos-kosan tersebut milik pak Teddy," imbuhnya.
Seperti diketahui, harta warisan Lina Jubaedah menjadi polemik. Bahkan, Rizky Febian membawa masalah ini ke ranah hukum.
Berita Terkait
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Seskab Teddy dan Menkop Bahas Pendaftaran 30.000 Manajer Koperasi Desa Merah Putih
-
Maraton 5 Jam di Kremlin, Prabowo dan Putin Sepakati Kerja Sama Energi hingga Hilirisasi
-
Seskab Teddy Terima Kunjungan Kepala BIN, Bahas Sidang TPA dan Isu Strategis Dalam Negeri
-
Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Bahas Prestasi Sekolah Rakyat hingga Akurasi Bansos
Terpopuler
-
Pemerintah Kucurkan Rp57 Miliar untuk 122 Program Riset Kampus
-
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Energi Paling Lambat 2029
-
Yusril Ihza Mahendra Usul Ambang Batas Parlemen Disetarakan dengan Jumlah Komisi DPR
-
Update Insiden Bekasi Timur: Korban Meninggal Bertambah Jadi 16 Orang, KAI Mulai Uji Coba Jalur
-
Prabowo Targetkan Revitalisasi 288 Ribu Sekolah dan Digitalisasi Kelas hingga 2028
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo