Nur Khotimah Yuliani | MataMata.com
Gus Miftah. (Instagram/@gusmiftah)

Matamata.com - Polemik wasiat Dorce Gamalama belakangan tengah ramai disorot. Seperti diberitakan sebelumnya, wasiat Dorce Gamalama ingin dimakamkan sebagai perempuan menuai protes dari berbagi pemuka agama.

Dorce Gamalama pun tak terima atas pernyataan pemuka agama yang mengomentari keinginannya untuk dimakamkan sebagai perempuan. Dia lalu membuat teguran lewat video yang diunggah di Instagram.

Salah satu ustaz yang sempat menanggapi wasiat Dorce Gamalama adalah Gus Miftah. Pernyataan Pengurus Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Yogyakarta itu ada di kanal YouTube Official Nitnot.

Baca Juga:
Nassar Kocak Cosplay Jadi Adam Suseno, Kumisnya Bikin Inul Daratista Ngakak

Lantas, seperti apa ucapan Gus Miftah yang membuat Dorce Gamalama tak terima dan akhirnya membuat teguran? Berikut ulasan pernyataan Gus Miftah yang sempat menyeret nama Aprilio Manganang.

Dorce Gamalama. (Instagram/@dg_kcp)

Di situ terdengar, Gus Miftah beri penjelasan untuk menjawab pertanyaan awak media. Ternyata, sahabat Deddy Corbuzier ini juga sudah tahu soal wasiat yang disampaikan Dorce Gamalama dari pemberitaan.

"Saya dengar ada beberapa wasiat, ya kayaknya ya dari beliau, itu salah satu yang saya dengar itu nggak usah ada upacara doa tahlil 40 hari. Terus kemudian, yang kedua soal dia minta untuk dimakamkan secara perempuan," kata Gus Miftah.

Baca Juga:
Luna Maya Kepergok Dekat dengan Pengusaha, Ini Sosoknya

Gus Miftah kemudian menjelaskan hukum transgender dalam Islam. Kata dia, di dalam Alquran jelas bahwa jenis kelamin hanya dibagi dua.

"Jadi yang pertama, dalam Surat Al Hujurat itu, Allah menciptakan kelamin itu cuma ada dua, jadi jenis laki-laki dan perempuan. Kemudian dalam fikih itu ada jenis kelamin yang ketiga namanya, Khunsa," kata Gus Miftah.

Gus Miftah. (Instagram/@gusmiftah)

Lebih lanjut, Gus Miftah menjelaskan bahwa Khunsa adalah orang yang memiliki kelamin perempuan dan laki-laki. Dia lantas memberi contoh, yakni Aprilio Manganang.

Baca Juga:
Sad Ending, Akhir Drama Snowdrop Bikin Penonton Galau Berjamaah

"Tentang anggota TNI yang terbaru itu, Aprilio Mangganang. Itu kan yang tadinya dikira cewek tapi ternyata setelah dianalisa medis melalui Pak Kasat waktu itu Bang Andhika, ternyata ini cowok gitu. Maka ini yang cewek ditutup yang cowok dipertahankan," kata Gus Miftah.

Dari situ, Gus Miftah membandingkan dengan kondisi Dorce Gamalama. Sepanjang yang dia tahu, Dorce lahir sebagai laki-laki. Baru setelah itu, Dorce mengubahnya jadi perempuan.

Gus Miftah. (Instagram/@gusmiftah)

Oleh karena itu, Gus Miftah menyebutkan kalau secara fikih Dorce tetap sebagai seorang laki-laki. Dengan demikian, pemakaman pembawa acara tersebut harus dilakukan sesuai kodratnya.

Baca Juga:
Adiba Khanza Kabarnya Dilamar Pemain Sepak Bola, Umi Pipik Buka Suara

"Artinya, pengebumiannya sepanjang yang saya tahu, yaitu kembali ke kodrat asal dulu dia dilahirkan. Artinya kalau dulu dia dilahirkan dalam keadaan laki-laki ya sebaiknya, seyogyanya juga dimakamkan dalam keadaan laki-laki," katanya.

Gus Miftah menganggap hal ini sangat penting sebab pengurusan jenazah lelaki dan perempuan sangat berbeda dengan laki-laki, dimulai dari dimandikan hingga disalatkan.

"Soal kain kafan, perempuan jauh lebih banyak. Kemudian soal salat jenazah niatnya dan lain sebagainya, ini kan berbeda," kata Gus Miftah.

Fakta Curhatan Dorce Gamalama (YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo)

Di akhir penjelasannya, Gus Miftah menegaskan kalau wasiat tak sesuai syariat maka boleh untuk tidak dijalankan oleh orang-orang yang ditinggalkannya.

"Wasiat itu harus dilaksanakan ketika ada kebaikan di dalamnya, tidak ada kemaksiatan apalagi melanggar syariat. Tapi kalau wasiat itu melanggar syariat, melanggar perintah agama, ya tentunya wasiat itu tidak harus dilakukan," tegas Gus Miftah.

Menanggapi pernyataan Gus Miftar, Dorce Gamalama memberikan teguran. Ia meminta pemuka agama, termasuk kyai dan ustaz, untuk tidak memberikan komentar yang tidak baik atas keinginannya tersebut.

Load More