Matamata.com - Pesona anak pertama Teuku Rafly dan Tamara Bleszeynski, Teuku Rassya kerap mencuri perhatian netizen.
Nggak cuman tampan, namun Teuku Rassya juga memperhatikan pendidikannya.
Saat ini, Teuku Rasya menempuh pendidikan sarjananya di Coventry University mengambil jurusan Manajemen Bisnis.
Terlepas dari pesona Teuku Rassya, doi punya ibu tiri cantik bernama Nurah Syahrifah.
Lalu seperti apa kecantikan Nurah Syahfirah? Yuk intip di sini.
1. Kelihatan seumuran ya? Padahal mereka beda usia 8 tahun lo.
2. Gimana perasaan kamu kalau punya ibu kayak gini?
3. Bersama dua pria favorit Nurah Syahfirah.
4. Gaya liburan Nurah Syahfirah yang patut ditiru.
5. Tetap cantik meski rambut dikepang.
6. Meski beda usia 18 tahun, tapi mereka tetap mesra.
7. Cantiknya emang susah bikin kedip.
Berita Terkait
-
Jawaban Tamara Bleszynski saat Teuku Rasya Minta Klarifikasi soal Dilupakan Anak: Hah? Apaan Sih?
-
Curhat Diacuhkan Putranya hingga Kutip Hadis Rasul, Tamara Blezynski Malah Dicibir: Siapa Suruh Dulu Pilih Brondong!
-
Harvey Moeis Terjeras Kasus Dugaan Korupsi, Tamara Bleszynski Kuatkan Sandra Dewi
-
Mengejutkan! Kenzou Leon Lewis Anak Tamara Bleszynski, Jadi Korban Tabrak Lari, Begini Kondisinya
-
Tamara Bleszynski Sedih Dipolisikan Kakak: Pa, Aku Lelah...
Terpopuler
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya