Matamata.com - Cinta Rahmania Putri Khairunnisha atau yang akrab disapa Cinta Kuya kini sudah tumbuh menjadi remaja. Usianya kini sudah 14 tahun, tapi tingginya hampir menyalip ibunya, Astrid Kuya.
Selain posturnya yang kini semakin sama dengan ibunya, style Astrid Kuya dan Cinta Kuya juga kompak banget. Penampilan ibu dan anak ini terlihat trendi.
Style kompak Astrid Kuya dan Cinta Kuya ini sangat unik dan trendi abis. Berikut Matamata.com berikan potretnya.
1. Kekinian
Tak mau kalah dengan Cinta Kuya, style Astrid Kuya juga ikut kekinian.
2. Colorfull
Lihat penampilan Astrid Kuya dan Cinta Kuya dengan warna cerah ini bikin hari-hari kita ikut cerah.
3. Kompak
Meski berstatus sebagai istri dan ibu dua anak, Astrid Kuya bisa bersenang-senang dengan putrinya.
4. Swag
Memang patut diacungi jempol kekompakan ibu dan anak satu ini.
5. Motif kembar
Style Cinta Kuya dan Astrid Kuya ini bisa jadi inspirasi kalian lho kalau pingin kompak sama mama atau anak.
Berita Terkait
-
Uya Kuya dan Sherina Sepakat Damai soal Polemik Kucing
-
Sudah Dinonaktifkan! Publik Desak Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya Mundur dari DPR
-
Cinta Kuya Sering Jadi Korban Bully, Astrid Kuya Bongkar Luka Lama Putrinya: Ternyata Sudah Pendam Sejak Kecil
-
Nino Kuya Dispill Sang Ibu Sudah Punya Pacar, Penampilannya Digunjing
-
Sebut Anaknya Norak Beli Dompet Murah, Uya Kuya Auto Diceramahi: Harusnya Beruntung Punya Anak Kayak Cinta!
Terpopuler
-
Prilly Latuconsina Tak Mau Asal-asalan, Perankan Risa di Film 'Danur: The Last Chapter'
-
Dari Instagram ke Layar Lebar: Kisah Bunda Corla, Si Ratu Jreng yang Kini Jadi 'Mertua Ngeri Kali'
-
Mensos Ingatkan: Bantuan Pemerintah Jangan Sampai Dipakai untuk Judi Online
-
RI Tegaskan Negosiasi Tarif dengan AS Tetap Berjalan, Isu Pembatalan Dibantah
-
Stok Melimpah, Bulog Cianjur Pastikan Ketersediaan Beras Aman hingga Awal 2026
Terkini
-
Dari Instagram ke Layar Lebar: Kisah Bunda Corla, Si Ratu Jreng yang Kini Jadi 'Mertua Ngeri Kali'
-
Film Dokumenter Gestures of Care Tayang di JAFF 2025, Tingkatkan Kesadaran tentang Kebakaran Hutan di Kalimantan
-
Review Film Kuyank: Saatnya Horor Berbicara soal Realita Kultural, Bukan Hiperbola
-
Becoming Human Raih Golden Hanoman di Penutup JAFF20: Festival Dua Dekade yang Tegaskan Posisinya di Sinema Asia
-
Swaradwipa: Suara yang Menolak Punah, Dokumenter Titi Radjo Padmaja Debut di JAFF 20