Matamata.com - Setelah liburan di Paris, kini Raffi Ahmad dan Nagita Slavina bertolak ke Swiss.
Sambil berendam, pasangan yang satu ini mesra-mesraan di sebuah kolam renang.
Keduanya pun tampak memamerkan pemandangan gunung yang amat indah di Luzern, Swiss.
Kalau penasaran, simak selengkapnya rangkuman Matamata.com di bawah ini :
1. Cium
Lihat nih potret Nagita Slavina yang cium suaminya saat sedang berendam, cie so sweet.
2. Ekspresi Rafathar
Lihat ibunya cium pipi Raffi Ahmad, ekspresi Rafathar lucu banget nih.
3. Pose ala Nagita
Pose ala Nagita dengan pemandangan gunung. Seksi abis....
4. Pemandangan gunung dan laut
Di belakang Raffi Ahmad ada pemandangan gunung dan laut yang indah banget.
5. Peluk Raffi
Duh makin mesra ya pasangan selebriti yang satu ini...
Berita Terkait
-
Gibran Rakabuming Apresiasi Konser Amal dan Film Timur untuk Korban Bencana Sumatera
-
Peduli Bencana Alam di Sumatera, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Kirim Bantuan Rp15 Miliar
-
Raffi Ahmad Tegaskan Storytelling Jadi Kunci Eratkan Hubungan Orang Tua dan Anak
-
Beri Hadiah Ratusan Juta, Raffi Ahmad dan Nagita Gandeng Legenda Sepak Bola Italia di 'Padel Wars'
-
Raffi Ahmad dan Thariq Halilintar Juara Umum Padel 'TOSI 2025': Berkat Doa Istri
Terpopuler
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya