Matamata.com - Jowo Anwar angkat bicara soal kabar film jagoan, Sri Asih batal tayang di bioskop tahun ini.
Sebelumnya produser Bismarka Kurniawan mengungkap kalau waktu produksi film Sri Asih belum bisa dipastikan kapan selesainya.
"Nggak. Itu salah tangkap. Maksud dari produser kami bilang bahwa kami nggak mau kompromi dengan kualitas, gitu," kata Joko Anwar, saat ditemui di kawasan Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020).
"Artinya kan kalau kita harus, kapan waktunya, mungkin kalau misalnya belum siap, hasilnya kurang maksimal. Karena kami ingin universe ini lanjut terus, lama, nggak cuma asal jadi, asal selesai," sambungnya lagi.
Joko Anwar mengaku saat ini film yang akan dibintangi Pevita Pearce ini masih melakukan persiapan pra produksi.
"Sri Asih lagi persiapan sekarang. Lagi pra produksi, Lagi reading, latihan koreografi," jelasnya.
Joko Anwar juga bilang kalau film Sri Asih dipersiapkan begitu matang. Banyak yang akan terlibat dalam proses syuting nanti.
"Kerja samanya, kayak Gundala itu, banyak. Jadi vendornya itu nggak satu. Sri Asih sama. Jadi banyak ya," jelasnya.
"Kalau kita lihat kan film-film yang banyak CGI kan (di credit ada banyak), ada berapa ribu gitu. Jadi nggak bisa dibilang satu vendor saja. Kalau dibilang satu vendor saja, mungkin nanti tambah lagi," imbuhnya lagi.
Sayang Joko Anwar belum mau membocorkan kostum yang akan dikenakan Sri Asih dalam film tersebut
"Aaa rahasia! Baru dibahas kemarin itu," tutur Joko Anwar.
Seperti diketahui Sri Asih, perempuan bernama asli Nani Wijaya digambarkan sebagai putri dari keluarga berada dan merupakan titisan Dewi Sri dari kahyangan.
Setelah dewasa, dia bekerja di Biro Penyelidikan Kriminal sebagai pembela kebenaran yang pemberani. Karakter Sri Asih pun sudah dimunculkan di akhir film Gundala. (Ismail)
Berita Terkait
-
Abimana dan Morgan Oey Ceritakan Rumitnya Syuting Laga 15 Menit di Ghost in the Cell
-
Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bandel ke Barak Tuai Pro-Kontra, Joko Anwar: Cara Lama Tak Bikin Anak Lebih Baik
-
Joko Anwar Klarifikasi Soal Film Pengepungan di Bukit Duri: Bukan Untuk Menyebar Ketakutan, Tapi Mengajak Dialog
-
Usai 3 Bulan Menikah, Pevita Pearce dan Mirzan Meer Gelar Resepsi
-
Adu Banyak Jumlah Penonton Film Siksa Kubur dan Badarawuhi di Desa Penari di Hari Pertama Tayang
Terpopuler
-
Pengusaha Sandiana Soemarko, Mengedepankan Kepedulian Sosial di Indonesia
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
Terkini
-
Chapter Jogja 2026 Hadirkan Ruang Pertemuan Seni, Komunitas, dan Pasar dalam Satu Ekosistem
-
ARTJOG 2026 Dibuka, Seni Jadi Ruang Dialog Antargenerasi
-
Indonesias Horse Racing: Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Ribuan Pengunjung
-
Youth Break the Boundaries Umumkan Pemenang JYS 2026 di Osaka, Pemuda Dunia Pamer Inovasi & Budaya
-
Profit Naik 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Maksimalkan Produk dan Layanan Baru, Jaga Fundamental Keuangan