Matamata.com - Seorang perawat RS Royal Surabaya, Ari Puspita Sari meninggal dunia bersama calon bayinya yang masih berusia empat bulan di kandungan karena terpapar virus corona.
Video Ari Puspita Sari terbaring di atas bed yang didorong oleh petugas medis berseragam APD viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terdengar pula tangisan tenaga medis melihat rekannya terbaring lemah dengan ventilator.
Berikut ini Matamata.com rangkum 5 fakta meninggalnya perawat Ari Puspita Sari saat hamil empat bulan karena terpapar virus corona.
1. Bukan perawat yang menangani Pasien Corona
Juru Bicara COVID-19 RS Royal Surabaya dr Dewa Nyoman Sutanaya memastikan Ari Puspita bukanlah perawat yang bertugas menangani kasus COVID-19, karena seorang tenaga kesehatan yang sedang hamil tidak boleh bertugas menangani pasien COVID-19.
"Iya perawat sini. Bukan (khusus menangani pasien corona). Perawat yang di luar tim corona, karena kan tidak boleh ada yang hamil," kata Dewa seperti yang dikutip dari Suara Jatim (Jaringan Matamata.com).
2. Hoax suami meninggal dunia
Kabar meninggalnya Ari Puspita Sari juga dibarengi dengan kabar suaminya meninggal. Beredar di group WhatsApp sebuah tangkapan layar pesan singkat suami perawat Ari meninggal dunia di ruang ICU RSAL.
Namun, kabar tersebut dikonfirmasi salah atau hoax.
3. Meninggal sebagai PDP dan hasil Swab belum keluar
Hingga meninggal dunia, Ari Puspita Sari berstatus sebagai PDP karena hasil swab belum keluar.
Dari dugaan klinis, kata dia, meninggalnya perawat yang juga sedang hamil tersebut mengarah ke COVID-19, namun pihak yang berwenang menjelaskan perihal meninggalnya perawat tersebut adalah RSAL Dr Ramelan Surabaya.
"Kalau itu dari informasi medis, kalau saya rasa benar dan tidaknya, nanti RSAL yang menjelaskan. Dari kami dugaan ke arah sana secara klinis. Pasti dan tidaknya dari RSAL, karena RSAL yang merawat lanjutan," ucapnya.
4. Sudah seminggu sakit
Perawat Ari sudah sudah sakit sejak sepekan yang lalu. Bahkan dia sudah diisolasi selama 4 hari di RS Royal. Namun karena kondisinya kurang membaik, pasien akhirnya dirujuk ke RSAL dr Ramelan, Sabtu (16/5/2020) kemarin.
"Jadi yang bersangkutan ini kami tempatkan di ruang perawatan non isolasi. Sehingga misalnya ada dugaan-dugaan yang mengatakan 'bahwa pasien ini hamil kok di taruh di ruang isolasi' itu tidak benar," kata Juru Bicara RS Royal Surabaya dr Dewa Nyoman Sutayana saat dihubungi SuaraJatim.id (Jaringan Matamata.com), Senin (18/5/2020).
5. Viral di media sosial
Kabar meninggalnya Ari Puspita Sari viral di jagat maya dan banyak mendapatkan atensi. Dokter Tirta bahkan mengunggah bendera setengah tiang untuk mengenang petugas medis yang gugur.
"Innalillhi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita sedalam2nya atas gugurnya rekan kerja kami Ari Puspita Sari, S.Kep, Ns. bersama janin yang dikandungnya. Semoga khusnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan tabah... Jangan biarkan pengorbanannya sia2," demikian unggahan dr Tirta.
Tag
Terpopuler
-
Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026
-
Bahlil Gandeng Swasta Cari Formulasi Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Lonjakan Minyak Dunia
-
Investasi Rp3 Triliun, Pemerintah Bangun Proyek PSEL di Makassar untuk Olah Sampah Aglomerasi
-
Menko PMK: Kebijakan NTA Penting untuk Jamin Kesejahteraan Generasi Sandwich
-
Wapres Gibran Dukung Pawai Paskah GMIT Masuk Agenda Wisata Rohani Nasional
Terkini
-
Anak Indonesia Sampai Mars, Ini 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-anak Nonton 'Pelangi di Mars' di Bioskop!
-
Kualitas Film Indonesia Sudah Sampai Sini! Film 'Pelangi di Mars' Tawarkan Kualitas Animasi Kelas Dunia
-
Sejarah Baru! Film Sci-Fi Pelangi di Mars Resmi Tayang Serentak, Jadi Tonggak Inovasi Sinema untuk Anak Indonesia
-
Hari Pertama Tayang, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata hingga Dipuji Anies Baswedan
-
Meriam Bellina dan Ikang Fawzi Perankan Orang Tua yang Hadapi Ujian Terberat di Film 'Titip Bunda di Surga-Mu'