Matamata.com - Tentu kamu masih ingat adanya penari cilik yang melejit lewat ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB).
Ya, gadis lincah bernama Sandrina Mazaya Azzahra itu kini telah beranjak dewasa.
Perempuan kelahiran 8 Juli 2001 ini, kini aktif menjadi dancer dan seorang penyanyi. Salah satu lagunya yang banyak diminati masyarakat adalah Goyang 2 Jari.
Beranjak dewasa, pesona ayu Sandrina sering membuat kaum hawa envy parah. Pasalnya, ia dianugerahi bodi langsing impian banyak wanita.
Berikut MataMata.com rangkum, 5 pesona Sandrina yang bikin kamu ogah kedip.
Cekidot!
1. Make-up natural
Tanpa olesan make-up berlebih, Sandrina dikenal cantik alami sejak kecil.
2. Berendam di bathtub
Asyik main air di bathtub, body goals Sandrina buat kaum adam gelagapan nih.
3. Bidadari jatuh dari langit
Berlatar dekorasi pohon natal yang indah, Sandrina tampil manglingi dengan dress mini dipadukan atasan menerawang.
4. Stylish abis
Waduh, berenang aja gaya Sandrina cool banget dengan kacamata dan hot pants.
5. Pose manja di ayunan
Melihat Sandrina main ayunan sendirian, pasti banyak tuh yang berebut menemani dancer cantik tersebut?
Berita Terkait
Terpopuler
-
Sukses jadi Intel, Iptu Sukandi Rekam Lagu 'I Love You Bhayangkari' untuk Sang Istri
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
Terkini
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
Hari Pertama Tayang, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata hingga Dipuji Anies Baswedan
-
Meriam Bellina dan Ikang Fawzi Perankan Orang Tua yang Hadapi Ujian Terberat di Film 'Titip Bunda di Surga-Mu'
-
Tayang Hari Ini, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Hadir Sebagai Pengingat Pentingya Pulang ke Keluarga di Lebaran Mendatang
-
Menertawakan Usia 30 Tahun Bersama Priska Baru Segu Lewat 'Pertigapuluhan'