Matamata.com - Chicco Jerikho baru-baru ini tengah latihan membentuk tubuh kekar.
Hal ini dikaitkan dengan proyek film superhero asli Indonesia yang diproduksi oleh Bumi Langit.
Chicco Jerikho bakal tampil sebagai Godam, pahlawan yang juga memiliki senjata palu.
Penasaran nggak sih dengan potret tubuh kekar Chicco Jerikho? Simak langsung di bawah ini :
1. Tubuh kekar
Potret tubuh kekar Chicco Jerikho saat dipamerkan lewat Instagram story nih.
2. Transformasi
Potretnya bertransformasi jadi makin kekar dengan tato di belakang punggung.
3. Sixpack
Keren abis nih tubuh kekar nan sixpack ala Chicco Jerikho!
4. Renang
Potret Chicco Jerikho renang bareng Surinala, hot daddy abis.
5. Latihan
Suami Putri Marino saat latihan bareng rekan-rekannya di gym nih.
Gimana nih menurutmu potret tubuh kekar Chicco Jerikho yang manglingi?
Berita Terkait
-
Bintangi Film 'OZORA', Chicco Jerikho Merasa Melawan 'Abuse of Power'
-
Chicco Jerikho hingga Anggy Umbara Gelar Aksi Musikal, Tunjukkan People Power
-
Dalami Karakter di Film 'Ozora', Chicco Jerikho Rasakan Emosi dan Empati
-
Bintangi Sinetron 'Ikrar Cinta Suci', Ben Kasyafani Yakin Mampu Pikat Hati Penonton: Tetap di Rating Satu
-
Run for Equality 2024: Ekspresikan Kekuatan dalam Diri dan Rayakan Kesetaraan!
Terpopuler
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya