Roger Danuarta dan Cut Meyriska (MataMata.com/Yuliani)
Matamata.com - Cut Meyriska baru saja melakukan pemotretan bareng anak pertamanya, Shaquille Kaili Danuarta.
Bernuansa serba putih, potret ibu dan anak ini terlihat begitu hangat.
Langsung saja yuk simak 3 potret Cut Meyriska dan Shaquille Kaili Danuarta yang berhasil dirangkum oleh Matamata.com.
1. Pakai sayap bidadari super besar
Tampil bak bidadari, Cut Meyriska mengenakan sayap besar saat berfoto dengan Shaquille Kaili Danuarta.
2. Gemesin
Potret Shaquille Kaili Danuarta dalam balutan seperti kepompong membuatnya terlihat semakin menggemaskan.
3. Bernaunsa putih
Abadikan momen bersama sang anak, Shaquille Kaili Danuarta, Cut Meyriska memilih tampil kompak dengan baju bernuansa putih.
Berita Terkait
-
B3S Filmmaker Goes To Aceh Darussalam, Satukan Budaya Sinema Nusantara
-
Roger Danuarta dan Cut Meyriska: Komitmen Mengasuh Anak Tanpa Lelah, Utamakan Tanggung Jawab Bersama
-
Cut Meyriska Bongkar Pernah Dilabrak Artis Gegara Roger Danuarta: Ada yang Baper Banget Sama Suami Saya
-
Kayak Boneka Semua, Pemotretan Terbaru Keluarga Roger Danuarta dan Cut Meyriska Bikin Takjub
-
Roger Danuarta Posting Foto Keluarga: Bapaknya Jungkook, Anaknya Jadi Chanyeol
Terpopuler
-
Negara Gugat Enam Korporasi Rp4,8 Triliun Terkait Kerusakan Lingkungan di Sumatera Utara
-
Transisi Kelembagaan Kemenhaj Capai 90 Persen, Layanan Haji Dipastikan Tanpa Jeda
-
Seskab Teddy Ajak Umat Islam Jadikan Isra Mikraj Momentum Teguhkan Iman
-
KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dari Biro Haji ke Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya