Matamata.com - Musisi Wowok kembali hadir menyapa penikmat musik lewat musik Dub Reggae dalam balutan syair sufistik dan sholawat. Project yang dinamakan DABWOK ini berkoloborasi dengan Balance Perdana, seorang beatmaker, produser musik, dan rapper ternama yang tergabung dalam unit hip hop legendaris Jahanam, juga bagian dari Jogja Hip Hop Foundation.
Ada beberapa alasan Wowok melakukan kolaborasi dengan Balance. Pertama karena DABWOK merupakan solo project, tanpa personil band. “Jadi ya biar praktis pakai beat elektronik. Selain kalau nanti berkesempatan untuk pentas, jadi nggak ribet teknisnya,” ujarnya.
Awalnya Wowok hanya ingin produksi satu lagu bersama Balance, namun setelah berbincang-bincang, ternyata Balance pun bersedia menjadi produser DABWOk untuk membuat album. “Saya memang sengaja memilih Mas Balance sebab di Jogja, beliau termasuk salah satu beat maker yang ahli, dan beat-beatnya cukup keramat,” tambah Wowok.
Sebagai perkenalan, DABWOK merilis single perdananya yang berjudul “A.S.A.N.A.W.A”, Minggu, (25/10/2020). Lagu dengan irama Dub Reggae ini mengisahkan ajaran kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Bagaimana rasa kasih sayangnya kepada seluruh umat manusia, pengorbananya dalam mengusahakan cinta wujud di setiap hati manusia. Lagu ini juga menceritakan bagaimana ajaran Sang Nabi dalam membagikan cinta tanpa pandang sekat perbedaan, dan wasiat agar selalu merendah. “Saat ini kita justru sering lupa, kini kekejaman dibalas kekejaman. Merasa lebih baik dari orang lain. Mudah marah bila dihina, bahkan membawa dendam sampai mati, padahal kita mengaku sebagai umat yang menjalani ajarannya,” jelas Wowok.
Judul “A.S.A.N.A.W.A” merupakan singkatan dari “Allahumma Shalli ‘Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari” yang menjadi bait pertama Sholawat yang dilantunkan. Kebanyakan lagu-lagu yang dilantunkan DABWOK memang bertemakan hubungan makhluk dengan Tuhannya. “Saya juga terinspirasi dari ajaran Kanjeng Nabi dan guru-guru spiritual saya tentang salah satu dasar agama yang sering terlupa, yaitu kemanusiaan,” pungkasnya.
Video klip “A.S.A.N.A.W.A” sudah diproduksi dan kini sedang proses editing. Video klip yang melibatkan warga Dusun Butuh Kaliangkrik (Nepal Van Java), dan para pegiat seni Yogyakarta ini digarap oleh Ganesya Afgandoz selaku sutradara dan produser. Video ini rencana dirilis awal bulan November.
Tanpa menunggu terlalu lama, di akhir tahun 2020 ini album penuh DABWOK akan diluncurkan. Di album perdana ini nantinya akan ada beberapa lagu yang berkolaborasi dengan musisi lintas genre di Yogyakarta. Menyinggung soal ERWE, band yang berdiri sejak 2003 tersebut saat ini memang sedang hiatus. Meski band Ska Rock tersebut sudah mengumpulkan materi album ke-4 sejak enam tahun lalu, hingga kini para personilnya masih sibuk dengan urusan domestik dan proyeknya masing-masing.
Jika musik Ska yang lahir di era 60-an adalah ekspresi kegembiraan rakyat Jamaika yang baru saja merdeka dari kolonialisme Inggris, dan Reggae yang muncul setelahnya adalah bentuk dari pencarian identitas, budaya, dan spiritual di Jamaika, maka bisa diibaratkan jika ERWE yang memainkan Ska Rock adalah ekspresi keliaran Wowok di masa ia beranjak remaja, dan DABWOK adalah bentuk ekspresi, pemikiran, filosofis, serta ungkapan spiritual yang ia rasakan dan ingin ia bagikan kepada khalayak.
Di Balik Lagu “A.S.A.N.A.W.A”
Melalui Kiki Pea, Dabwok menyampaikan bahwa, "Tidak perlu menunggu Ramadan untuk mengingat Tuhan, tak harus menunggu perayaan Maulid Nabi untuk melantunkan sholawat."
Setidaknya itulah yang dilakoni Wowok sekitar enam tahun belakangan ini. Baginya setiap detik adalah ibadah, dan setiap nafas adalah Sholawat. Kini, Wowok yang sebelumnya dikenal sebagai vokalis ERWE band seolah bertransformasi, dari sosok yang ‘ndugal’, ‘ndao’ atau ‘bangor’ menjadi sosok yang taat beragama, dan rajin berada di majelis reliji. Anak muda sekarang biasa menyebutnya dengan istilah ‘hijrah’.
Namun, apa benar Wowok adalah sosok pemuda hijrah seperti pada umumnya? Tidak! Wowok tetaplah ‘ndugal’ dan ‘bangor,’ dan yang pasti ia tetap aktif bermusik yang menjadi sebagian besar laku kreatifnya sebagai seniman.
Berita Terkait
-
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
-
Kementerian Kebudayaan Dukung Gelaran Hari Wayang Dunia 2026 di Yogyakarta
-
Sultan HB X Gelar Prosesi Jejak Banon, Tradisi Langka yang Hanya Digelar Setiap Delapan Tahun
-
Sultan HB X: Aspirasi Mahasiswa Harus Disampaikan Tanpa Kekerasan
-
Dukung Pendidikan Anak Usia Dini, Mahasiswa UMB Yogyakarta Gelar KKN di Dusun Jatirejo
Terpopuler
-
Stok Beras Aman, Bulog Serap 2,4 Juta Ton Gabah Petani per Mei 2026
-
Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini
-
Revitalisasi Sekolah 2026: Mendikdasmen Kucurkan Rp2,6 Triliun dan Gandeng Starlink
-
Menteri LH Dorong PSEL Palembang Mampu Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
-
The Popstival Vol. 2 Hidupkan Kembali Euforia Festival di Depok yang Lama Dirindukan
Terkini
-
The Popstival Vol. 2 Hidupkan Kembali Euforia Festival di Depok yang Lama Dirindukan
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia
-
Rumah Perubahan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Waktunya STARt Bersama TikTok Shop Tokopedia
-
Dukung Minat Anak dengan Eksplorasi Profesi di KidZania Jakarta
-
5 Pilihan Airport Transfer Kuala Lumpur Terbaik yang Bisa Disesuaikan dengan Budget