Matamata.com - Festival Jogja-NETPAC Asian Film Festival akan tetap diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19 ini. Semangat pelaku film diharap tetap terjaga di masa sulit ini.
Jogja-NETPAC Asian Film Festival pun menorehkan sejarah kembali dengan tetap berkiprah dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan tema yang sesuai untuk film maupun situasi saat ini.
"Dengan tetap memperhatikan peraturan. Akhirnya energi festival ini harus tetap dijaga. Maka dari itu, JAF memilih tema Kinetic untuk tahun ini. Bukan hanya tema film tapi juga tema menyesuaikan situasi seperti ini." ujar Ifa Isfansyah Director Jogja NETPAC Asian Film Festival.
Jogja-NETPAC Asian Film Festival yang ke-15 kali ini diselenggarakan dengan tema Kinetic. Tema yang satu ini memiliki makna dalam terlebih di masa pandemi ini.
"Kinetic energi gerak, kita anggap tetap gerak dan memberi energi kuat untuk bisa bukan hanya bertahan di dalam situasi seperti ini. Kinetic juga erat hubungannya dengan film itu sendiri, seni gambar bergerak. Yang akan kita kemas beberapa hari ke depan," tambah Ifa Isfansyah.
Ahmad Mahendra, perwakilan Kemendikbud pun mengaku bangga dengan acara Jogja-NETPAC Asian Film Festival 15 yang tetap terselenggara. Hal ini karena acara JAFF yang bergengsi dapat memberikan tawaran besar bagi pelaku film Indonesia.
"Kita tentu bangga ada 29 negara yang ikut di masa sulit ini. Momen ini juga menjadi tawar bagi pelaku film yang akan kita kawal sampai akhir," ujar Ahmad Mahendra.
Jogja-NETPAC Asian Film Festival akan diselenggarakan secara dan online sejak 25-29 November 2020. Acara ini juga akan diselenggarakan secara offline dengan porsi yang lebih minim di 15 kota.
Wah, siapa nih yang siap buat nonton online film yang berlaga di Jogja-NETPAC Asian Film Festival yang ke 15?
Berita Terkait
-
Film Dokumenter Gestures of Care Tayang di JAFF 2025, Tingkatkan Kesadaran tentang Kebakaran Hutan di Kalimantan
-
Becoming Human Raih Golden Hanoman di Penutup JAFF20: Festival Dua Dekade yang Tegaskan Posisinya di Sinema Asia
-
Swaradwipa: Suara yang Menolak Punah, Dokumenter Titi Radjo Padmaja Debut di JAFF 20
-
Lonjakan Peserta dan Penambahan Layar, JAFF 2025 Siap Pecahkan Rekor Penonton
-
Review Film: Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film
Terpopuler
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
Terkini
-
Tayang Hari Ini! Nobody Loves Kay Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Pembuktian
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar Indonesia
-
Jelang Pementasan Perdana, Jersey Boys the Musical Siap Hidupkan Era Frankie Valli di Jakarta
-
Ketika Cinta Menjelma Jadi Dendam Mematikan: 'Badut Gendong' Resmi Meneror Bioskop Mulai Hari Ini
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!