Matamata.com - Film James Bond No Time to Die bakal tayang April 2021 mendatang. Cerita James Bond kali ini membuat pencinta film action penasaran.
Sosok Daniel Craig bakal siap menemani kamu dalam laga yang seru. Bakal tayang di bioskop, Matamata.com telah merangkumkan sinopsis No Time to Die.
Kalau penasaran, simak selengkapnya rangkuman di bawah ini :
James Bond menikmati masa pensiun dengan waktu yang singkat. Hal ini karena salah satu anggota CIA muncul dan meminta bantuan kepada James Bond.
James Bond pun akhirnya membuka hati untuk menolong CIA tersebut. Ia pun berjumpa penjahat misterius yang dilengkapi dengan teknologi baru senjata berbahaya.
James Bond pun tak terlepas dari aksi saling melawan dan membongkar misteri. Akankah James Bond berhasil membantu CIA?
Kalau penasaran, bisa tonton di Bioskop kesayanganmu. Film No Time To Die, menjadi film terakhir Daniel Craig jadi tokoh agen rahasia 007.
Berita Terkait
-
LIVE: Ngobrol Santai Bareng Cast Film Action 'Bonnie'
-
Sinopsis Believer 2: Film Action Crime Baru Jo Jin Woong, Cha Seung Won dan Han Hyo Joo
-
Sinopsis Glass Onion: A Knives Out Mystery, Sekuel Pertama Knives Out
-
4 Film Action Terbaik yang Tayang di Netflix
-
Ikonik Lewat Spider-Man, Tom Holland Tertarik Jajal Peran James Bond
Terpopuler
-
Kasus Korupsi Chromebook: Pihak Nadiem Makarim Bakal Seret Google ke Persidangan Tipikor
-
Kunjungan Prabowo ke Kalsel: Hambatan Lahan Sekolah Rakyat Langsung Beres!
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Agen Asuransi Teriak Pajak 'Kurang Bayar' Membengkak, PAAI Desak Kemenkeu Beri Keadilan
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
Terkini
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya