Matamata.com - Album ke-5 yang berjudul “Manusia” menjadi simbol perayaan 10 tahun berkarya dari Tulus. Sehari setelah album "Manusia" dirilis pada tanggal 3 Maret 2022, Tulus menceritakan banyak hal menarik tentang album terbarunya dalam press conference yang dihadiri oleh awak media yang tersebar di banyak kota di Indonesia.
Tulus menyebutkan bahwa terdapat banyak perkembangan di album “Manusia” jika dibandingkan dengan album-album yang telah dia rilis sebelumnya.
“Selain sudut pandang penulisannya yang berkembang, aransemen di album ini juga berkembang. Warna di album ini juga baru dan itulah yang saya dan seluruh talenta coba tawarkan,” ungkap Tulus, Jumat (4/3/2022).
Album yang dikerjakan dalam kurun waktu dua tahun ke belakang ini berisikan 10 nomor dan dihadirkan Tulus dengan lirik yang semakin matang sekaligus mengedepankan keeleganan Bahasa Indonesia.
Album ini diberi judul “Manusia” karena menjadi representasi dari lagu-lagu di dalamnya yang menceritakan ragam dinamika rasa manusia. Semangat menjaga jiwa muda, di tengah dinamika hati dan rasa, dilanjutkan dengan pertanyaan tentang hidup, apresiasi diri, hingga ragam emosi dalam merayakan kehidupan adalah sepenggal dari luasnya sudut pandang penulisan lagu dalam album ini.
"Warna musik yang baru di album ini merupakan hasil kolaborasi dengan ratusan talenta,” ungkap Tulus.
Ratusan merupakan jumlah yang banyak. Jumlah yang kian mewakili judul album barunya, "Manusia".
Warna baru, intepretasi baru, dan jenis musik yang berkembang justru tidak mengubah karakter Tulus yang dikenal oleh Teman Tulus (sebutan untuk fans Tulus) di album-album sebelumnya.
“Saat merilis album baru, saya selalu berusaha menghadirkan sesuatu yang baru, tapi tidak terdengar asing. Jadi, teman-teman yang mendengarkan akan mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi tetap tidak terasa asing di telinga mereka saat didengarkan,” kata Tulus.
Sepuluh tahun berkarya dengan merilis sebanyak 5 buah album tentu merupakan prestasi yang luar biasa. Tulus juga tidak memungkiri bahwa peran serta Teman Tulus sangat menentukan apa yang telah dia alami dan rasakan selama ini. Oleh karena itu, Tulus juga ingin berterima kasih kepada Teman Tulus yang telah mendukungnya sejak pertama kali merilis lagu 10 tahun lalu.
“Untuk seluruh Teman Tulus yang sudah bersama selama ini, tidak henti-hentinya saya ucapkan terima kasih. Terima kasih sudah meyakinkan saya untuk tetap berkarier di dunia musik sampai sekarang,” kata Tulus. “Saya juga berharap album saya ini dapat tumbuh besar dan mampu membesarkan hati teman-teman semuanya,” tutupnya.
Tulus bekerja sama dengan Ari Renaldi, produser cemerlang yang telah menghasilkan multipel karya bersamanya. Tulus juga menulis lagu dengan kolaborasi bersama Dere, Petra Sihombing, Topan Abimanyu, dan Yoseph Sitompul. Beberapa di antara lagu dalam album ini, kian disempurnakan oleh orkestrasi brilian dari Erwin Gutawa. Puluhan sessionist profesional, paduan suara, hingga orkestrasi besar juga terlibat dalam album ini.
Berita Terkait
-
Bucin ke Tissa Biani, Dul Jaelani Sesumbar Ada Seribu Wanita yang Ingin Dekat Dengannya
-
Maafkan Suami, Ternyata di Momen Ini Lady Nayoan Merasakan Ketulusan Rendy Kjaernett
-
Nyanyi di Bawah Terik Matahari, Tulus Sihir Penonton dengan Penampilan Langka: Saya Senang Tapi..
-
Lirik Lagu Interaksi - Tulus, Trending di Youtube
-
4 Penampilan Magis di Prambanan Jazz Festival 2023 Hari Pertama, dari Gemini sampai Tulus
Terpopuler
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
Terkini
-
Tayang Hari Ini! Nobody Loves Kay Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Pembuktian
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar Indonesia
-
Jelang Pementasan Perdana, Jersey Boys the Musical Siap Hidupkan Era Frankie Valli di Jakarta
-
Ketika Cinta Menjelma Jadi Dendam Mematikan: 'Badut Gendong' Resmi Meneror Bioskop Mulai Hari Ini
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!