Matamata.com - Vino G Bastian dikenal selalu totalitas dalam berakting. Kali ini Vino G Bastian menunjukkan kepiawaian aktingnya melalui remake resmi film Korea Selatan "Miracle in Cell No. 7" berjudul sama.Dalam film "Miracle in Cell No. 7", Vino G Bastian berperan sebagai orang yang menyandang disabilitas intelektual dengan autisme.
Karakter yang dipilih Vino G Bastian dalam setiap filmnya memang seringkali unik. Ingin tahu karakter unik Vino G Bastian di film? Yuk simak ulasannya berikut ini.
1. Penderita Disabilitas Intelektual - Miracle in Cell No. 7 (2022)
"Miracle in Cell No. 7" mengisahkan Vino G Bastian sebagai Dodo Rozak, ayah pengidap disabilitas intelektual dengan autisme. Untuk menggali informasi detail mengenai penyandang disabilitas intelektual, Vino G Bastian mengaku berkonsultasi dengan 3 psikolog. Selain itu, Vino G Bastian juga pergi ke panti untuk melihat beberapa 'role model'. Film "Miracle in Cell No.7" akan tayang sepanjang bulan September ini. Jangan sampai kelewatan!
2. Pendekar - Wiro Sableng (2018)
Vino G Bastian juga pernah berperan sebagai pendekar bernama Wiro Sableng dalam film "Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212". Wiro Sableng merupakan murid pendekar misterius bernama Sinto Gendeng. Ia mendapat titah untuk meringkus mantan murid Sinto Gendeng yang berkhianat, Mahesa Birawa. Untuk diketahui, penulis cerita legendaris Wiro Sableng ternyata ayah kandung Vino G Bastian sendiri, yakni Bastian Tito. Nonton di Netflix, Vidio, Mola TV, atau Bilibili TV.
3. Penyanyi Legendaris - Chrisye (2017)
Film biopik "Chrisye" juga memilih Vino G. Bastian sebagai pemeran utama. Film yang kini sudah tayang di Netflix tersebut menceritakan perjalanan Chrisye menemukan minat dan bakat di dunia musik. Sebab sejak remaja, Chrisye harus menentang keinginan sang ayah yang ingin menjadikannya seorang insinyur. Perjuangan Chrisye berbuah manis dengan album "Aku Cinta Dunia" yang menjadi terlaris sepanjang masa.
4. Pelawak Legendaris - Warkop DKI Reborn (2016 dan 2017)
Vino G Bastian juga memerankan sosok pelawak legendaris Kasino di film "Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss!" bersama Abimana Aryasatya dan Tora Sudiro. Seperti diketahui, Kasino telah meninggal dunia pada 1997 silam. Grup komedi Warkop DKI pun kini hanya menyisakan Indro. Sebelum disalip "KKN di Desa Penari", "Warkop DKI Reborn" sempat menjadi film terlaris sepanjang masa. Saksikan di Disney+ Hotstar.
5. Anak Punk - Punk in Love (2009)
Karakter anak punk pun pernah diperankan Vino G Bastian. Dalam film "Punk in Love", Vino G Bastian berperan sebagai anak punk asal Malang, Jawa Timur yang pergi ke Ibu Kota demi menggagalkan rencana pernikahan sang pujaan hati, Maia. Film yang tayang pada 2009 ini bisa disaksikan di Amazon Prime Video atau Vidio lho!
Itu dia berbagai karakter unik Vino G Bastian di film. Karakter mana yang jadi favoritmu?
Berita Terkait
-
Lupa Daratan, Uji Nyali Ernest Prakasa Membongkar Ego Seorang Bintang lewat Vino G. Bastian
-
Film 'Qodrat 2' Tembus 2 Juta Penonton, Sutradara dan Dian Sastrowardoyo Bangga
-
Menegangkan! Acha Septriasa dan Vino G Bastian Adu Akting di Film 'Qodrat 2', Tayang Lebaran Idulfitri 1446 H
-
Pilih Jadi Produser, Dian Sastrowardoyo Tak Berani Bintangi Film Horor
-
Menjadi Juri IMA Awards 2024, Vino G Bastian Merasa Terhormat: 5 Nominasi Aja Bangga, Apalagi 10
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya