Matamata.com - Christine Hakim menuai sorotan dalam beberapa hari setelah kemunculannya di serial HBO, The Last of Us. Penampilannya sebagai ilmuwan sukses membuat banyak orang terkesan.
Ini bulan pertama kalinya Christine Hakim tampil di proyek mancanegara. Faktanya, Christine merupakan salah satu aktris senior yang sudah puluhan tahun berkiprah di dunia seni peran dan menerima banyak penghargaan.
Debut tahun 1973, pemilik nama Herlina Christine Natalia Hakim itu telah membintangi puluhan judul film. Berikut deretan film populer Christine Hakim yang wajib masuk watchlist.
1. Tjoet Nja' Dhien (1988)
Christine Hakim memerankan pemimpin gerilya Aceh, Cut Nyak Dhien dalam film garapan Eros Djarot ini. Tjoet Nja' Dhien berhasil menyabet penghargaan Best International Film di Festival Film Cannes 1989. Film ini juga menjadi perwakilan Indonesia di Academy Awards ke-62 untuk Film Berbahasa Asing Terbaik.
2. Daun di Atas Bantal (1998)
Dalam film yang juga diproduserinya ini, Christine Hakim berperan sebagai Asih, pelayan toko yang menampung tiga anak jalanan di tempatnya bekerja, mengemis hingga menjual ganja. Daun di Atas Bantal menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Academy Award dan ditayangkan di Festival Film Cannes 1998.
3. Pasir Berbisik (2000)
Pasir Berbisik dibintangi Dian Sastrowardoyo sebagai Daya, gadis miskin yang sangat merindukan ayahnya. Christine Hakim memerankan Berlian, ibu Daya yang bekerja sebagai penjual jamu. Pasir Berbisik memenangkan banyak penghargaan internasional dan meraih 8 nominasi di Festival Film Indonesia 2004.
4. Eat Pray Love (2010)
Film populer Christine Hakim berikutnya adalah Eat Pray Love yang dibintangi Julia Roberts. Ini merupakan film Hollywood pertama Christine. Sang aktris berperan sebagai Wayan, seorang penjual jamu asal Bali yang juga sahabat Elizabeth Gilbert, karakter Julia Roberts.
5. Kartini (2017)
Christine Hakim kembali dipertemukan dengan Dian Sastrowardoyo dalam film biopik Kartini. Aktris berusia 66 tahun ini berperan sebagai Ngasirah, ibu R.A. Kartini yang menjadi orang terbuang di rumahnya sendiri. Christine menyabet penghargaan di Festival Film Indonesia, Piala Maya dan Indonesian Movie Actors Awards.
6. Perempuan Tanah Jahanam (2019)
Penampilan Christine Hakim sebagai Nyi Misni yang menyimpan rahasia keji dalam film horor besutan Joko Anwar ini sukses membuat penonton terpana. Berkat kepiawaiannya beraksing, Christine lagi-lagi menyabet penghargaan Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik di Festival Film Indonesia.
7. Sri Asih (2022)
Sri Asih merupakan film terbaru yang dibintangi Christine Hakim. Film ini menceritakan Alana (Pevita Pearce) yang merupakan titisan dari Dewi Asih yang bertugas melindungi dunia dari kekuatan jahat. Christine Hakim berperan sebagai Eyang Mariani, seseorang yang menjaga titisan dari Dewi Asih.
Dari semua film populer Christine Hakim di atas, ada favoritmu?
Tag
Berita Terkait
-
Christine Hakim Beberkan Alasan Syahrini Bisa Hadir di Red Carpet Cannes: Bukan karena Beli Tiket
-
Christine Hakim Bantah Kontroversi Syahrini, soal Tiket 'Festival Film Cannes 2025'
-
Cinta Laura, Dian Sastro hingga Arumi Bachsin Rayakan Hari Kartini dengan Berkebaya
-
Peringati Hari Kartini, Kebaya Nusantara Menjadi Pemersatu Bangsa
-
Pose Menantang Chelsea Islan di Hari Kartini: Aurat, Astaghfirullah
Terpopuler
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
-
Adegan Ciuman, Fajar Sadboy Bikin Salfok Marsha Aruan di Web Series 'Yang Penting Ada Cinta'
-
Mentan Amran Pastikan Pemulihan Sawah di Aceh Gunakan Skema Padat Karya
-
Menlu Iran Ingatkan Trump: Fasilitas Bisa Hancur, Tapi Teknologi Tak Bisa Dibom
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya