Matamata.com - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam penunjukan serta pengelolaan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah tegas ini diperlukan menyusul adanya dugaan praktik transaksional atau jual beli titik SPPG di lapangan.
Sarmuji menegaskan bahwa BGN harus memberikan jaminan penuh kepada publik agar program strategis ini tidak dinodai oleh praktik koruptif.
"BGN harus bisa menjamin kepada publik bahwa tidak ada jual beli titik SPPG. Jika praktik ini dibiarkan, yang dirugikan bukan hanya keuangan negara, tapi juga anak-anak yang seharusnya mendapat manfaat langsung dari program ini," ujar Sarmuji dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/6).
Sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Sarmuji mengingatkan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh BGN tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Menurutnya, program ini memiliki tujuan mulia untuk mencetak generasi muda yang berkualitas, sehingga pengawasannya harus diperketat.
Selain masalah tata kelola titik SPPG, Sarmuji juga menyoroti masalah kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa. Ia menekankan bahwa hak anak-anak untuk mendapatkan asupan bergizi yang layak tidak boleh dikurangi sedikit pun demi keuntungan pihak tertentu.
"Kita sudah melihat banyak sekali konten yang beredar di media sosial, menampilkan makanan yang jauh dari kata layak. Ini bukan isu kecil. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap program Presiden," tegasnya.
Merespons berbagai persoalan tersebut, Fraksi Golkar mendorong BGN untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh mekanisme penyaluran program MBG. Evaluasi ini penting guna memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar berdakar positif bagi penerima manfaat.
"Evaluasi harus dilakukan terhadap cara penyaluran, sistem pengawasan, hingga seluruh rantai pelaksanaannya. Tujuannya satu: agar program ini tepat sasaran, efektif, efisien, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi siswa, sesuai harapan Presiden Prabowo," pungkas Sarmuji. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Luhut Sarankan Badan Gizi Nasional Sempurnakan Program Makan Bergizi Gratis secara Bertahap
-
Prabowo Umumkan Peluncuran B50 Juli 2026, Targetkan RI Swasembada Energi
-
DPR Ingatkan Hibah Motor Listrik BGN ke Guru Honorer Jangan Jadi Beban Baru
-
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Targetkan Biaya Logistik Turun
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
Terpopuler
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
-
JPU Tak Dapat Hadirkan 14 Saksi di PN Jakbar, Terdakwa Reinhart Muljadi dan Tim Kuasa Hukum Kecewa
-
Istri Mantan Menag Yaqut Apresiasi Langkah KPK Kabulkan Pembantaran Penahanan
Terkini
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
-
Istri Mantan Menag Yaqut Apresiasi Langkah KPK Kabulkan Pembantaran Penahanan
-
Menteri ESDM Cari Solusi Kenaikan Harga Gas Industri demi Cegah PHK Massal