Matamata.com - IDGITAF baru saja merilis lagu bertajuk “Mulai”. Lagu ini menjadi salah satu track dalam album ‘Mengudara'.
Sabagai informasi, Gita menggunakan nama panggung Idgitaf. Nama tersebut awalnya merupakan nama pengguna yang biasa digunakan oleh Gita dalam akun-akun media sosialnya. Idgitaf sendiri berasal dari istilah "IDGAF" atau "i don't give a fuck" yang populer di luar negeri.
Berikut lirik lagu “Mulai” dari IDGITAF:
Silahkan masuk
Harimu buruk
Jangan merajuk
Aku nyanyikan kau tinggal duduk
Kau khawatir ya?
Besok gimana?
Banyak bertanya
Belum terjadi kau sudah sibuk
Mulai hari ini
Bagi porsi untuk resah hati
Semakin numpuk hanya buat pusing
Hari ini ya hari ini
Esok ya sudah lihat nanti
Yang meresahkan
Beban pikiran
Tak berkesudahan
Jiwa ini apa tak kasihan?
Mulai hari ini
Bagi porsi untuk resah hati
Semakin numpuk hanya buat pusing
Hari ini ya hari ini
Esok ya sudah lihat nanti
Bagi waktu untuk rehat diri
Semakin remuk untuk yang tak pasti
Hari ini ya hari ini
Esok ya sudah lihat nanti
Oooohh
(Hari ini ya hari ini
Hari ini ya hari ini)
Sudah lihat nanti
(Esok ya sudah lihat nanti)
Lihat nanti
Esok ya sudah lihat nanti)
Ooooo…
Esok ya sudah lihat nanti
Hari ini ya hari ini
Ingat diri lebih berarti
Terpopuler
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya