Matamata.com - Untuk menandai dua dekade kariernya di dunia seni peran, Reza Rahadian menghadirkan sebuah karya instalasi melalui program spotlight di ArtJog 2025. Karya ini menjadi bentuk kontemplasi atas perjalanan panjangnya sebagai aktor.
Pria berusia 38 tahun tersebut menamai instalasinya Eudaimonia, mencerminkan kecintaannya pada filsafat dan makna kebahagiaan yang terkandung dalam istilah itu.
"Kenapa Eudaimonia? Karena saya melihat bahwa saya suka filsafat. Eudaimonia sendiri definisinya bahagia dan saya akhirnya mendefinisikan bahagia itu menjadi ya indefinitif. Karena saya percaya perjalanan batin tiap orang itu berbeda," ujar Reza Rahadian saat ditemui di ArtJog 2025, Selasa 1 Juli 2025.
Dalam filosofi Yunani kuno, Eudaimonia merujuk pada kebahagiaan yang diperoleh dari pencapaian makna hidup yang mendalam.
Bagi Reza, konsep tersebut merepresentasikan harmoni antara hal-hal yang diinginkan dan yang dibutuhkan, juga keseimbangan antara perilaku pribadi dan peran yang dimainkan, serta antara keramaian dan ketenangan.
Sebagai aktor, ia menyadari pentingnya mengasah tubuh, pikiran, bakat, dan imajinasi secara berkelanjutan—sebuah perjalanan tanpa akhir yang sarat pembelajaran dan transformasi. Tubuh pun ia pandang sebagai wadah dinamis yang terus bereaksi dan merasakan.
Melalui proses kontemplatif yang mendalam, Reza menelaah perjalanan emosional serta refleksi atas arti kebahagiaan yang ia temukan dalam dua dekade terakhir.
"Saya melihat definisi bahagia selama 20 tahun terkahir, pertumbuhan saya sebagai seorang aktor. Ya ini amalan saya. Ini (memiliki karya instalasi di ArtJog) salah satu mimpi terbesar saya," kata Reza Rahadian.
Dengan karya ini, Reza tidak lagi tampil sebagai tokoh dalam lakon, melainkan menampilkan jati dirinya yang paling otentik.
Ia memilih untuk tampil apa adanya dalam sebuah video berdurasi lima menit tanpa riasan dan hanya mengenakan sehelai kain, sebagai wujud kejujuran ekspresif.
"Di sini saya bukan memperlihatkan diri sebagai aktor, tapi diri sendiri tanpa polesan make up dan sedikit helai kain saja," ujarnya.
Reza juga menegaskan bahwa instalasi tersebut sepenuhnya lahir dari pengalaman pribadinya, bukan dari inspirasi eksternal mana pun.
Karya tersebut merekam rekaman spiritual dan emosionalnya selama dua puluh tahun berkarya, dan menjadi wadah untuk menyampaikan cerita secara tulus.
"Karena itu, saya menampilkan benar-benar pure skin dan berbagai macam perasaan dalam video 5 menit itu," ujar Reza Rahadian.
Dalam proses kreatifnya, Reza menggandeng sejumlah seniman lintas disiplin, termasuk fotografer dan videografer Davy Linggar, arsitek Andra Matin, sutradara Garin Nugroho, koreografer Siko Setyanton, dan komposer Kasiym alias Aditya Surya Taruna.
Instalasi Eudaimonia dapat disaksikan di Jogja National Museum (JNM) selama ArtJog 2025 berlangsung, dari 20 Juni hingga 31 Agustus 2025.
Berita Terkait
-
ARTJOG 2026 Dibuka, Seni Jadi Ruang Dialog Antargenerasi
-
ARTJOG 2026 Angkat Tema Ars Longa: Generatio, Soroti Relasi Antargenerasi dalam Seni
-
14 Hari Tayang, Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja' Garapan Baim Wong Tembus 1 Juta Penonton
-
ARTJOG 2026: Ars Longa Generatio, Membuka Dialog Seni Lintas Generasi
-
Menata Masa Depan Seni Cetak Grafis Indonesia
Terpopuler
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
Terkini
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Chapter Jogja 2026 Hadirkan Ruang Pertemuan Seni, Komunitas, dan Pasar dalam Satu Ekosistem
-
ARTJOG 2026 Dibuka, Seni Jadi Ruang Dialog Antargenerasi
-
Indonesias Horse Racing: Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Ribuan Pengunjung
-
Youth Break the Boundaries Umumkan Pemenang JYS 2026 di Osaka, Pemuda Dunia Pamer Inovasi & Budaya