Matamata.com - Instalasi seni bertajuk Eudaimonia, bagian dari rangkaian program Refleksi Dua Dasarasa Reza Rahadian, tampil dalam sorotan utama Spotlight di ArtJog 2025.
Karya ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara Reza Rahadian dan sejumlah tokoh seni Indonesia, seperti fotografer dan videografer Davy Linggar, arsitek Andra Matin, sutradara Garin Nugroho, koreografer Siko Setyanto, serta komposer Kasimyn alias Aditya Surya Taruna.
Konsep eudaimonia yang berasal dari filsafat Yunani Kuno menekankan pencapaian kebahagiaan melalui tujuan hidup yang bermakna.
Dalam konteks keaktoran, eudaimonia menggambarkan pencarian harmoni antara kebutuhan dan keinginan, antara aksi nyata dan peran lakon, serta antara keramaian dan keheningan.
Seorang aktor mengolah tubuh, pikiran, imajinasi, dan bakatnya sebagai sarana untuk terus belajar, berkembang, dan bertransformasi. Tubuh menjadi medium yang terus bergerak dan merasakan, mencerminkan perjalanan kreatif yang tiada akhir.
Melalui proyek kolaboratif ini, Reza Rahadian menghadirkan ruang yang bersifat intim dan reflektif, sekaligus mengundang publik untuk meresapi makna dari proses artistik seorang aktor—melampaui batasan panggung, kamera, maupun layar.
“Bagi saya, Eudaimonia menjadi semacam jurnal perasaan dan pemikiran saya dalam bentuk kolaboratif, sebuah proses kontemplasi yang tanpa henti,” ujar Reza Rahadian.
Spotlight di ArtJog 2025 menjadi medium baru yang menyatukan praktik seni rupa dengan beragam disiplin, membuka ruang bagi eksperimen dan dialog lintas bidang.
Dengan semangat kolaborasi dan eksplorasi, program ini memberikan tempat bagi pertukaran gagasan dan pemaknaan artistik yang lebih mendalam.
Ketua program Refleksi Dua Dasarasa, Inet Leimena, menekankan bahwa Eudaimonia adalah wujud selebrasi yang jujur dan personal atas perjalanan kreatif seorang seniman.
“Karya kolaborasi ini memperlihatkan bahwa perayaan tidak harus tentang kemegahan, tapi juga dapat berupa ruang tenang yang penuh makna. Eudaimonia adalah bentuk perayaan yang penuh kerendahan hati, reflektif, dan terbuka untuk dirasakan bersama,” ujar Inet Leimena.
Instalasi Eudaimonia dapat disaksikan di Jogja National Museum (JNM) selama perhelatan ArtJog 2025, dari tanggal 20 Juni hingga 31 Agustus 2025.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai karya ini dan keseluruhan program Refleksi Dua Dasarasa Reza Rahadian, publik dapat mengakses kanal media sosial resmi atau menghubungi tim publisis program terkait.
Berita Terkait
-
ARTJOG 2026: Ars Longa Generatio, Membuka Dialog Seni Lintas Generasi
-
Menata Masa Depan Seni Cetak Grafis Indonesia
-
Film Pangku Berkompetisi di Busan International Film Festival 2025, Langkah Penting Penyutradaraan Reza Rahadian
-
7 Jam Berekspresi Tanpa Jeda, Reza Rahadian Eksplorasi Kejujuran Tubuh di ArtJog 2025
-
Reza Rahadian Buka-bukaan Soal Kebahagiaan Lewat Karyanya di di ArtJog 2025
Terpopuler
-
Ruri 'Repvblik' bersama 80Proof Ultra, Gelar Santunan Anak Yatim di Tangerang
-
BNN Pantau Tren Penyalahgunaan Tramadol yang Marak di Media Sosial
-
Wamentan: Perang Iran-AS Picu Lonjakan Permintaan Ekspor Urea Indonesia
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akan Bangun Pusat Latihan Militer Internasional di Morotai
-
Kemenhut dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan 200 Ton Arang Bakau ke Malaysia
Terkini
-
Hari Pertama Tayang, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata hingga Dipuji Anies Baswedan
-
Meriam Bellina dan Ikang Fawzi Perankan Orang Tua yang Hadapi Ujian Terberat di Film 'Titip Bunda di Surga-Mu'
-
Tayang Hari Ini, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Hadir Sebagai Pengingat Pentingya Pulang ke Keluarga di Lebaran Mendatang
-
Menertawakan Usia 30 Tahun Bersama Priska Baru Segu Lewat 'Pertigapuluhan'
-
Uji Hafal Lagu bareng Bapak, Paint My Love Siap Bergema di Prambanan Jazz Festival 2026