Matamata.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana pemerintah untuk membangun fasilitas latihan militer bertaraf internasional di Morotai, Maluku Utara. Langkah ini diambil guna memastikan TNI memiliki sarana latihan yang mumpuni sekaligus memenuhi standar kerja sama militer tingkat global.
Sjafrie menjelaskan bahwa pemilihan Morotai didasarkan pada nilai strategis dan sejarah wilayah tersebut yang pernah menjadi basis penting pada masa Perang Dunia II.
"Saya kira teman-teman sudah tahu bahwa Morotai ini dulu digunakan dalam Perang Dunia II sehingga infrastruktur pertahanannya masih ada. Kita akan sama-sama memperbaiki dan gunakan kembali," ujar Sjafrie dalam keterangan pers di depan kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Selain untuk memperkuat kesiapan tempur personel TNI, fasilitas ini diproyeksikan sebagai instrumen diplomasi pertahanan. Dengan standar internasional, Indonesia dapat mengundang kekuatan militer dari berbagai negara untuk menggelar latihan bersama di tanah air.
"Kita membuat International Training Facilities di Morotai. Di sana bisa latihan udara, laut, maupun darat," lanjutnya.
Sjafrie menekankan bahwa fasilitas ini nantinya tidak hanya terbatas bagi negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga terbuka bagi negara mitra Indonesia dari lintas benua. Hal ini mencerminkan sikap politik luar negeri Indonesia yang inklusif.
"Kita tidak ingin negara kita menutup diri, kita ingin negara kita itu open minded dengan negara-negara lain," tambah Sjafrie.
Meski demikian, Menhan belum merinci jadwal pasti dimulainya pembangunan maupun total anggaran yang dialokasikan untuk proyek ambisius di Maluku Utara tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ingatkan ASN Komcad Waspada Pengaruh 'Deep State'
-
Presiden Prabowo Melayat Jenderal Ryamizard Ryacudu Sebelum Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila
-
Presiden Prabowo Melayat Ryamizard Ryacudu di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
-
Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Keras ke China soal Indo-Pasifik
-
TNI AD Tegaskan Pelibatan Prajurit Atasi Begal Sah Sesuai Undang-Undang
Terpopuler
-
Ditipu Rp 1,2 Miliar oleh Ustazah RD, Puluhan Jemaah Umroh Lakukan Gugatan Perdata di PN Jakut
-
OTT Kepala Imigrasi Jakbar: KPK Sita Puluhan Kendaraan hingga Cari Wamen Silmy Karim
-
Presiden Prabowo Ungkap Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis Bagi Petani Desa
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ingatkan ASN Komcad Waspada Pengaruh 'Deep State'
-
DPR Bersiap Bahas Revisi UU Pemilu, Dasco Ingatkan Komisi II Antisipasi Gugatan MK
Terkini
-
OTT Kepala Imigrasi Jakbar: KPK Sita Puluhan Kendaraan hingga Cari Wamen Silmy Karim
-
Presiden Prabowo Ungkap Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis Bagi Petani Desa
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ingatkan ASN Komcad Waspada Pengaruh 'Deep State'
-
DPR Bersiap Bahas Revisi UU Pemilu, Dasco Ingatkan Komisi II Antisipasi Gugatan MK
-
OTT KPK Imigrasi Jakbar: Kepala Kantor Imigrasi dan Belasan Orang Ditangkap