Untuk diketahui, ini bukan pertama kalinya Zara dihadapkan pada kecaman publik terkait dukungan diam-diam untuk "Israel".
Pada Oktober 2022, warga Palestina meluncurkan kampanye boikot Zara, setelah pemegang waralabanya di "Israel", Joey Schwebel, bertemu dengan anggota dan ketua partai ekstremis Pasukan Yahudi Itamar Ben-Gvir, untuk mendukungnya dalam pemilihan umum Israel.
Menurut kantor berita Safa Palestina, cabang-cabang Zara di wilayah pendudukan mengalami kerugian finansial yang signifikan setelah seruan Palestina untuk memboikotnya.
Kantor berita tersebut mengutip seorang auditor yang mengatakan bahwa "kerugian yang diderita perusahaan diperkirakan mencapai puluhan juta shekel dalam waktu yang sangat singkat".
Berita Terkait
Tag
Terpopuler
-
Fadly Faisal Dihujat gegara Belakangi Wajah Duta SO7 saat Tampil, Dibela Fans: Sombong dari Mana Sih?
-
Foto Bareng Keanu Massaid di Barcelona, Angelina Sondakh Ingat Adjie Massaid: Senyumnya Mirip!
-
Terlihat Tegar, Geni Faruk Pernah Nangis Ngeluh Capek Punya 11 Anak
-
Tarif Band Gilga Sahid Suami Happy Asmara Capai Rp310 Juta per Manggung, Tuai Sindiran Pedas: Berasa Sekelas Agnez Mo
-
Uut Permatasari Goyang Erotis Padahal Istri Perwira Polisi: Walaupun Kamu Artis, Tolong Kurangi!
Terkini
-
Mulianya Bos DRW Skincare Sumbang Rp100 Juta untuk Korban Kebakaran Pasar Kutoarjo
-
Pendapatan Tumbuh 40 Persen Sepanjang 2023, Arkadia Digital Media Siapkan Strategi Tingkatkan Kinerja
-
Sebut Presiden Boleh Kampanye, Jokowi Diingatkan Bagaimana SBY Memimpin Dulu
-
Foto Dirinya Menghadap Jokowi di Jogja jadi Sorotan, Kaesang Pangarep Bocorkan Isi Perbincangannya
-
Tanggapi soal Ramai Salam 4 Jari, Anies Baswedan Yakin Masyarakat Butuh Perubahan Besar