Matamata.com - Pemilu termasuk Pilpres 2024 hanya tersisa dua bulan. Sejumlah paslon capres-cawapres masih berkampanye memastikan mereka mendapat dukungan suara pada Februari 2024.
Gimik para kandidat pun dipakai untuk mencari atensi masyarakat agar mendapat dukungan. Tak ketinggalan sejumlah janji serta program pembangunan negara tak lupa mereka paparkan.
Bukan tanpa alasan gimik ini dibuat, selain untuk atensi, hal itu juga menjadi identitas yang dibangun untuk melekatkan pikiran di tengah masyarakat terhadap sosoknya. Tentu, hal ini, menjadi strategi tim pemenangan bagaimana para capres-cawapres mendapat banyak sorotan di media sosial.
Lantas siapa yang paling unggul hingga banyak mendapat atensi dengan memainkan gimik para kandidatnya?. Meskipun gimik tak menjamin para capres-cawapres mendapat banyak suara.
Terlepas dari elektabilitas dan program kerja yang telah ditawarkan masing-masing pasangan. Tak ada salahnya membongkar strategi pemenangan di era digital dengan gimik-gimik halus ini.
Prabowo Subianto misalnya, melalui Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, kandidat capres nomor urut 2 ini hanya sedikit menggunakan gimik. Nusron bahkan mengklaim Ketum Gerindra ini berhasil menggunakan sedikit gimik yakni 'Joget Gemoy' yang mampu menarik atensi masyarakat.
Namun dari gimik tersebut, banyak gagasan yang disiapkan oleh Prabowo-Gibran dalam membangun Indonesia ke depan.
"Sebetulnya Pak Prabowo dan Mas Gibran itu satu dari tiga kandidat yang paling miskin gimik," kata Nusron Wahid, dikutip dari Antara, Rabu (20/12/2023).
Berbeda dengan Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Jawa Tengah ini membuat banyak Gimik, di antaranya senam bareng warga, lari marathon dan bersepeda.
Tak dipungkiri bahwa Ganjar Pranowo kerap menggunakan pendekatan ke masyarakat dengan berolahraga. Tak jarang, Ganjar juga mengunjungi kedai makanan hingga berjalan santai di suatu kota yang mendapat atensi masyarakat.
Tentu hal ini memberikan kesan 'merakyat' seperti yang dilakukan Joko Widodo (Jokowi) ketika maju sebagai capres pada 2014 lalu. Bisa jadi Ganjar mendekatkan dirinya ke masyarakat dengan cara yang berbeda, namun memang ia mendapat atensi yang cukup banyak.
Berbeda dengan Ganjar dan Prabowo, Anies Baswedan dianggap juga banyak mengedepankan gimiknya. Mulai dari slepet sarung yang dilakukan Muhaimin ke Anies hingga bersepeda.
Anies Baswedan tak banyak memang membuat gimik. Bahkan gimik yang dibangun juga tak begitu baik mendapat atensi masyarakat.
Kendati begitu, Anies-Muhaimin cukup banyak menawarkan perubahan-perubahan dalam diskusi bersama pemilih muda. Sama-sama mengincar gen z dan generasi milenial, Anies dan Muhaimin juga tak jarang mendapat dukungan dari dialog santai yang dia datangi.
Terlepas dari gimik yang sengaja dibangun para kandidat capres-cawapres, para paslon ini masih memiliki agenda yakni debat kedua. Nantinya tiga cawapres yang akan unjuk gigi, sekaligus adu gagasan di hadapan publik.
Tema debat kedua ini di antaranya membahas tema ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangn, invesasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, infrastuktur dan perkotaan.
Para kandidat akan beradu argumen di JCC Senayan, pada Jumat 22 Desember 2023, pukul 19.00 WIB.
Berita Terkait
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
-
Bahasa Prancis Wacana Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Matang
-
Gerindra Puji Sikap Elegan Megawati yang Tetap Hormati Presiden Prabowo
Terpopuler
-
Rawat Kecantikan, Jennifer Bachdim Makin Percaya Diri Gunakan Elara Skin Indonesia
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
Terkini
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi