Matamata.com - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto mengaku menjadi sosok pemimpin yang paling pas melanjutkan pembangunan Indonesia era Joko Widodo (Jokowi) ketika terpilih menjadi presiden nanti. Bukan tanpa alasan, posisinya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) yang dekat dengan Jokowi menjadi nilai kuat untuk meneruskan pembangunan.
Meski begitu, sejumlah pengamat menilai tak hanya Prabowo, capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo juga memiliki kriteria yang mumpuni untuk melanjutkan arah pembanguan Indonesia.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti sedikit meragukan Prabowo Subianto. Hal itu berkaitan dengan pendukung Jokowi yang belum menentukan pilihannya. Tentu kesempatan ini bisa ditikung oleh PDI Perjuangan untuk menarik mereka memilih Ganjar nanti.
"Jadi masih banyak pemilih yang masih ragu, apakah figur Prabowo ini benar-benar melaksanakan, melanjutkan program yang sudah dijalankan Jokowi, mengingat baru datang lima tahun terakhir," ujar dia Selasa (9/1/2024).
Di sisi lain, kampanye Prabowo-Gibran tak sepenuhnya memiliki dorongan tepat ke masyarakat.
"Jadi kedekatan mereka dan masyarakat tidak begitu terjalin. Kehadiran Pak Jokowi juga penting," ungkap dia.
Ganjar Pranowo yang salah satunya adalah kepala daerah dekat dengan Jokowi selama lima tahun belakangan, juga menunjukkan tajinya untuk meneruskan pembangunan di Indonesia.
Dalam debat capres, Minggu (7/1/2024) lalu, Ganjar menawarkan sejumlah misi yang terukur untuk Indonesia terutama di bidang keamanan serta hubungan internasional ke depan.
Artinya hubungan antara dunia luar dengan Indonesia berkaitan dengan masa depan pembangunan tanah air. Meski begitu, Ganjar harus lebih banyak merasakan atmosfer Istana Negara untuk ke depan.
Tak dipungkiri juga, wilayah Jateng ketika ia pimpin sebagai Gubernur Jawa Tengah juga terus berbenah, meskipun masih banyak kekurangan yang belum diselesaikan Ganjar.
Baca Juga
Berawal dari Jawa Tengah yang berkembang, menjadi modal Ganjar untuk bisa menggantikan Jokowi ke depan.
"Terlihat Ganjar lebih mampu melanjutkan program Pak Jokowi ke depan," tambah Ray.
Terpisah, dukungan Presiden Jokowi ke Prabowo Subianto mulai tercium ke publik. Meski tak mejelaskan secara detail, pertemuan Jokowi dengan Prabowo untuk makan malam baru-baru ini dinilai ada keberpihakan Jokowi kepada Prabowo.
Ganjar Pranowo sendiri ikut menanggapi hal tersebut. Menurutnya ia tak khawatir jika memang Jokowi sudah menentukan pilihan ke Prabowo.
"Presiden kan juga punya pilihan, jadi enggak masalah. Tapi lebih baik yang disebutkan saja 'saya berpihak' [ke Prabowo]," ujar Ganjar beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
-
Bahasa Prancis Wacana Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Matang
-
Gerindra Puji Sikap Elegan Megawati yang Tetap Hormati Presiden Prabowo
Terpopuler
-
Rawat Kecantikan, Jennifer Bachdim Makin Percaya Diri Gunakan Elara Skin Indonesia
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
Terkini
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi