Matamata.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada Selasa pagi seiring dengan sentimen positif global terhadap potensi meredanya konflik di Timur Tengah.
IHSG naik 56,50 poin atau 0,79 persen ke level 7.174,09. Sementara itu, indeks LQ45 juga turut menguat 6,88 poin atau 0,87 persen ke posisi 801,87.
Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengingatkan bahwa meski IHSG menguat, tren koreksi masih membayangi. Jika level support 7.100 gagal bertahan, indeks berpotensi menguji support lanjutan di kisaran 7.050 hingga 7.000.
Optimisme pasar ditopang oleh penurunan harga minyak dan emas, serta harapan bahwa ketegangan antara Iran dan Israel tidak akan meluas lebih jauh. Harga minyak dunia terkoreksi ke 71 dolar AS per barel, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga 77 dolar AS akibat serangan Israel terhadap fasilitas gas di Iran.
Sementara harga emas turun sekitar 1,2 persen ke level 3.392 dolar AS per troy ons karena aksi ambil untung dan antisipasi menjelang rapat bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pekan ini.
Pelaku pasar juga mencermati keputusan kebijakan suku bunga The Fed yang dijadwalkan berlangsung Selasa dan Rabu. Meski diperkirakan tetap pada kisaran 4,25–4,5 persen, pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, mengenai arah kebijakan ke depan menjadi perhatian utama.
Dari kawasan Asia, China merilis data produksi industri Mei 2025 yang tumbuh 5,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melambat dari 6,1 persen pada April dan menjadi yang terendah sejak November 2024.
Perlambatan ini dipicu oleh tekanan tarif impor dari AS. Namun, penjualan ritel China mencatat kenaikan signifikan, tumbuh 6,4 persen yoy dibanding 5,1 persen pada bulan sebelumnya.
Investor juga menanti keputusan Bank of Japan yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 0,5 persen. Sementara itu, Bank Indonesia dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur pekan ini dan diprediksi tetap mempertahankan suku bunga acuan di 5,50 persen.
Di pasar global, bursa Eropa dan Amerika Serikat kompak ditutup menguat pada perdagangan Senin (16/6). Indeks FTSE 100 naik 0,28 persen, Euro Stoxx 50 melonjak 0,97 persen, DAX Jerman menguat 0,78 persen, dan CAC 40 Prancis naik 0,75 persen.
Di Wall Street, Dow Jones menguat 0,75 persen, S&P 500 naik 0,94 persen, dan Nasdaq melesat 1,42 persen.
Sementara itu, bursa Asia pada Selasa pagi menunjukkan pergerakan beragam. Indeks Nikkei Jepang naik 242,17 poin atau 0,62 persen ke level 38.539,50. Indeks Shanghai turun tipis 0,09 persen, Hang Seng melemah 0,06 persen, sedangkan Strait Times Singapura naik 0,23 persen. (Antara)
Berita Terkait
-
Menpora Erick Thohir: Nobar Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi dan UMKM
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat
-
Kemendag: Kopi Indonesia Raih Potensi Transaksi Rp66 Miliar di World of Coffee Bangkok
-
Menkeu Purbaya Targetkan Penerbitan Panda Bonds 1 Miliar Dolar AS Tahun Ini
-
Danantara: Perdamaian AS-Iran Berdampak Positif Bagi Ekonomi RI dan Stabilitas Fiskal
Terpopuler
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
Terkini
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
-
Mensesneg Prasetyo Hadi Resmi Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK
-
Pemprov DKI Siapkan Anggaran LPDP Khusus Jakarta Rp100 Miliar untuk Tahun Depan