Matamata.com - Rencana Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk merelokasi pedagang Pasar Barito guna pembangunan Taman ASEAN menuai penolakan dari para pedagang. Mereka menilai keputusan tersebut terlalu terburu-buru dan tidak berpihak pada nasib pedagang kecil.
"Kalau pedagang itu maunya ya jangan direlokasi, di sini aja. Kios juga baru jadi, belum ada tiga tahun," kata Ketua Pedagang Barito, Lardi, saat ditemui di Jakarta, Jumat (4/7).
Lardi menjelaskan bahwa Pasar Barito baru saja direnovasi dan kembali beroperasi sejak 13 Oktober 2023. Ia menyayangkan bila bangunan yang belum lama direnovasi kini harus dibongkar. Selain itu, belum ada sosialisasi resmi dari pihak pemerintah kepada para pedagang.
Lebih lanjut, banyak pedagang yang masih memiliki tanggungan utang sebagai modal usaha dan menggantungkan pendapatan harian dari berjualan di lokasi tersebut.
"Kebanyakan teman-teman tuh karena pada punya utang. Ya, tunggu lunasin bakal dua sampai tiga tahun ya," tambah Lardi.
Hal senada disampaikan Etty, salah satu pedagang kucing di Barito. Ia mengaku kondisi penjualan saat ini sedang sepi, ditambah dengan kabar relokasi yang semakin menambah beban pikiran para pedagang.
"Udah dagang lagi keadaan sepi begini dan berita-berita udah mau dibongkar. Lagi sulit begini, nangis semuanya," ujar Etty.
Etty meminta agar pemerintah menunda relokasi karena para pedagang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melunasi utang.
Saat ini, terdapat 137 kios di Pasar Barito yang terdiri dari 85 kios hewan, 18 kios buah, dan 34 kios kuliner. Sesuai rencana, Pemkot Jakarta Selatan akan memindahkan pedagang ke wilayah Lenteng Agung (Jagakarsa) dan Kalibata (Pancoran) sebagai bagian dari penggabungan kawasan Taman ASEAN. (Antara)
Berita Terkait
-
Wakil Ketua DPRD DKI: Fokus Anggaran 2025 Harus Prioritaskan Kebutuhan Dasar Warga
-
Gubernur Pramono Tanam 15.000 Mangrove dan Serahkan Ribuan Bibit Ikan ke Nelayan Pulau Kelapa
-
KAI Daop 1 Jakarta Tutup 28 Perlintasan Liar Demi Tingkatkan Keselamatan
-
100 Hari Pramono Anung Pimpin Jakarta: KJP, Transportasi Gratis, hingga Stabilitas Harga
-
Ribuan Galon Air Minum Disalurkan ke Warga Kepulauan Seribu
Terpopuler
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
Terkini
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
-
Mensesneg Prasetyo Hadi Resmi Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK
-
Pemprov DKI Siapkan Anggaran LPDP Khusus Jakarta Rp100 Miliar untuk Tahun Depan