Matamata.com - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman angkat bicara terkait isu yang menyebut anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI terlibat sebagai provokator dalam aksi demonstrasi.
Saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, Dudung menegaskan dirinya belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Itu keabsahannya juga saya masih belum monitor ya. Apakah itu benar apa tidaknya, walaupun memang ada yang ditangkap,” ujarnya usai menghadiri rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menjelaskan, keberadaan intelijen di lapangan merupakan hal yang wajar untuk memantau perkembangan situasi. Ia menekankan, TNI tidak memiliki tujuan lain selain memantau kondisi agar dapat menyiapkan langkah jika diminta membantu kepolisian.
"Informasi-informasi itu mungkin dari kelompok intelijen yang bisa masuk ke dalam,” katanya.
Terkait kabar penangkapan anggota BAIS, Dudung mengaku belum menerima laporan resmi. Ia menyebut Wakil Panglima TNI sudah lebih dulu memberikan keterangan, sementara dirinya masih menunggu kejelasan dari pihak TNI.
“Pernyataan dari pihak TNI sendiri sampai sekarang saya belum tahu,” ujarnya.
Isu mengenai penangkapan anggota BAIS TNI mencuat di media sosial. Unggahan tersebut menampilkan foto seorang pria yang diamankan berikut kartu identitas BAIS, dengan klaim penangkapan terjadi di Pejompongan, Jakarta, pada 29 Agustus 2025.
Namun, TNI membantah tegas kabar tersebut. Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita memastikan tidak ada prajurit TNI yang ditangkap.
Mabes TNI juga menyebut narasi yang beredar itu tidak benar dan menyesatkan. Kapuspen TNI Brigjen Freddy Ardianzah menilai unggahan tersebut sebagai framing negatif yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog