Matamata.com - Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyampaikan bahwa sejumlah negara yang dipimpin Prancis akan segera membentuk tim untuk membahas pembagian peran terkait pembentukan negara Palestina.
Dalam pengarahan media di Markas Besar PBB, New York, Selasa, Sugiono menjelaskan bahwa 10 negara bertemu dalam forum Meeting of the Day After in Gaza and Stabilization Efforts. Pertemuan ini digelar sehari setelah Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Palestina dan solusi dua negara.
“Akan dibuat lagi tim yang lebih kecil sebenarnya untuk bisa membahas ini dalam 1–2 hari ke depan,” kata Menlu Sugiono.
Ia menegaskan, forum tersebut membicarakan langkah-langkah yang harus ditempuh demi mewujudkan perdamaian di Timur Tengah serta upaya yang dilakukan setelah proses gencatan senjata dan perdamaian tercapai.
Sugiono juga menyampaikan, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menekankan pentingnya koordinasi antara pertemuan yang berlangsung sebelumnya dengan yang digelar di sela Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean Noel Barrot menilai forum ini sebagai langkah yang terkoordinasi.
“Memang secara detail belum dilakukan pembicaraan karena tadi juga kesepakatannya adalah menyampaikan hal-hal yang sifatnya garis besar, policy, prinsip-prinsip yang perlu dilakukan baik itu tentang US engagement maupun di pertemuan berikutnya tentang apa yang dilakukan setelah Gaza,” tambah Sugiono.
Menindaklanjuti pertemuan tersebut, negara-negara yang terlibat akan kembali menggelar pembahasan lebih detail sebelum 25 September, termasuk membentuk tim kecil.
“Apa yang harus dilakukan, kemudian siapa melakukan apa, kemudian langkah-langkah perbaikan seperti apa yang harus dilakukan, baik itu dari sisi politik, keamanan, kemudian juga ekonomi di sana,” ujar Sugiono.
Pertemuan ini dihadiri Indonesia, Mesir, Yordania, Italia, Inggris, Arab Saudi, Kanada, Jerman, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Selain itu, perwakilan Uni Eropa dan Liga Arab juga turut hadir. (Antara)
Berita Terkait
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
Banggar DPR Dorong Pimpinan Baru OJK Pulihkan Kepercayaan Pasar Modal
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
-
Berantas Saham Gorengan, Menkeu Purbaya Siapkan PMK Baru untuk Investasi Dapen
-
Airlangga Prediksi Ekonomi Kuartal IV-2025 Tumbuh Lebih Tinggi dari Kuartal III
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog