Matamata.com - Perdana Menteri Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmão menegaskan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-47 ASEAN bukan semata membahas keanggotaan penuh Timor-Leste.
Dalam wawancara dengan delegasi wartawan Indonesia di lokasi KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (28/10), Xanana menekankan bahwa banyak isu lain yang juga penting untuk dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Ini bukan (hanya) untuk bicara tentang Timor-Leste. Kita lebih bicara tentang Myanmar, tentang Laut Cina Selatan, tentang masalah baru-baru ini antara Thailand dan Kamboja — bukan (tentang) Timor-Leste,” ujar Xanana ketika ditanya soal masuknya negaranya sebagai anggota penuh ASEAN.
Xanana mengakui bahwa banyak pihak di ASEAN menyampaikan ucapan selamat datang kepada Timor-Leste. Namun, ia kembali menegaskan bahwa KTT ASEAN membahas banyak isu strategis selain keanggotaan negaranya.
“Banyak yang bertanya apa rasanya sudah masuk ASEAN. Tapi di sini ada beberapa isu yang harus kita pikirkan dan bicarakan. Dalam tiap sesi, kita harus punya opini untuk memberikan masukan,” katanya.
Xanana menambahkan, ia belum membahas secara khusus potensi kerja sama Timor-Leste di ASEAN. Selama mengikuti KTT ASEAN di Malaysia, ia mengaku lebih fokus pada isu-isu lain yang menurutnya penting untuk didiskusikan bersama.
Sejak pengukuhan resmi keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN, sosok Xanana menjadi perhatian dalam forum tersebut. Selain karena pembawaannya yang apa adanya, sejumlah momen menarik juga terjadi selama kehadirannya di KTT.
Ia sempat menitikkan air mata saat Timor-Leste dikukuhkan sebagai anggota penuh ke-11 ASEAN. Penantian selama 14 tahun akhirnya terbayar ketika ASEAN secara resmi membuka pintunya bagi negara tersebut.
Xanana juga terlihat ramah terhadap para pemimpin ASEAN dan mitra wicara yang hadir. Ia kerap menyapa wartawan yang meliput di lokasi KTT, bahkan membagi-bagikan permen yang disebutnya diambil dari ruang pertemuan kepada para jurnalis yang menunggu di luar.
Dalam salah satu sesi konferensi pers, Xanana sempat meminta wartawan yang hendak bertanya untuk naik ke panggung dan menggunakan mikrofon miliknya. Namun, hal itu urung dilakukan karena panitia sudah menyediakan mikrofon bagi wartawan di tempat duduk masing-masing.
Ia juga beberapa kali melontarkan candaan kepada para wartawan. Dalam wawancara dengan delegasi Indonesia, Xanana berseloroh bahwa sebagian pewarta yang hadir mungkin belum menjadi wartawan ketika Timor-Leste mulai mengajukan keanggotaan di ASEAN pada 2011.
“Waktu itu (Presiden RI) Bapak Susilo Bambang Yudhoyono bilang kepada negara-negara ASEAN, ‘Saya mendukung’. Saya bilang, ‘Wah, mati aku’,” ucapnya sambil tertawa.
Ia kemudian menimpali candaan itu dengan menyebut salah satu pewarta ANTARA, Rangga Pandu Asmara Jingga, yang berkepala plontos.
“Ini mungkin sudah jadi wartawan sejak dulu karena sudah tua dan botak. Tapi ini bukan botak, ini boksi. Tahu? Botak tapi seksi,” selorohnya yang disambut tawa wartawan.
Xanana juga sempat membaca tanda pengenal pewarta ANTARA TV, Cahya Sari, yang mengajukan sejumlah pertanyaan kepadanya.
“Ini dari mana ini? Cahaya—eh, Cahya, bukan Cahaya,” ujarnya sambil tertawa. (Antara)
Berita Terkait
-
Rencana Kunjungan Megawati ke Dili, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Temui Presiden Timor Leste
-
Curi Perhatian, Maung Garuda PT Pindad Temani Agenda Presiden Prabowo di KTT ASEAN Cebu
-
Prabowo Tuntaskan KTT ASEAN, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Energi
-
Maung Garuda Presiden Prabowo Curi Perhatian Delegasi dan Warga di KTT ASEAN Filipina
-
Prabowo Dukung Perundingan Damai Kamboja-Thailand di KTT ASEAN
Terpopuler
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
Terkini
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi