Matamata.com - Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, menyebut Presiden ke-2 RI Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto memenuhi syarat untuk dicalonkan sebagai pahlawan nasional.
Fadli menjelaskan, Soeharto termasuk dalam 48 nama calon pahlawan nasional yang telah dilaporkan oleh Dewan GTK kepada Presiden Prabowo Subianto. Seluruh nama tersebut telah melalui tahapan pengusulan dan pengkajian berjenjang, mulai dari pemerintah daerah, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), kemudian di tingkat pusat oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial, hingga ke Dewan GTK.
“Nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali diusulkan, begitu juga beberapa nama lain, ada yang sejak 2011 dan ada yang dari 2015. Semuanya sudah memenuhi syarat,” kata Fadli Zon saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11) sore.
Menurut Fadli, nama-nama yang diusulkan sebagai calon pahlawan nasional tidak mungkin masuk daftar jika tidak memiliki jasa atau tidak memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Kalau tidak memenuhi syarat, tentu tidak mungkin diusulkan. Jadi, soal memenuhi syarat itu sudah jelas,” ujarnya.
Menanggapi adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap pencalonan Soeharto, Fadli mengatakan pemerintah tetap membuka diri terhadap semua masukan yang diberikan publik. Namun, ia menegaskan bahwa nama-nama calon pahlawan nasional juga berasal dari usulan masyarakat.
Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian, Soeharto dinilai berjasa antara lain karena memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949 saat Agresi Militer Belanda II dan Operasi Pembebasan Irian Barat.
“Beliau memimpin Serangan Umum 1 Maret. Itu salah satu serangan besar yang menjadi tonggak pengakuan dunia terhadap eksistensi Republik Indonesia. Saat itu Belanda mengklaim Republik Indonesia sudah tidak ada lagi. Namun, dengan adanya serangan tersebut, dunia kembali melihat bahwa Indonesia masih ada dan berjuang,” ujar Fadli. (Antara)
Berita Terkait
-
RI Incar Kursi Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030
-
KAA ke-71: Menbud Fadli Zon Tegaskan Budaya Sebagai Jembatan Perdamaian Dunia
-
Fadli Zon Ajak Menteri Kebudayaan Arab Saudi Telusuri Jejak Peradaban Nusantara
-
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-67 Titiek Soeharto dari Paris
-
Titiek Soeharto: Pembahasan Bulog Jadi Badan Otonom Tunggu Keputusan Pemerintah
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR