Matamata.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat upaya penanganan perubahan iklim nasional. Pernyataan itu disampaikan Hashim saat menghadiri Belém Leader Summit di Belém, Brasil, Kamis (6/11) waktu setempat.
“Indonesia datang ke Belém dengan pesan yang jelas. Kami tetap berkomitmen untuk memperkuat komitmen iklim nasional kami, dan siap bekerja sama dengan semua negara untuk mewujudkan aksi iklim yang nyata, inklusif, dan ambisius,” ujar Hashim.
Hashim memimpin delegasi Indonesia dalam forum tersebut yang digelar menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-30 (COP30).
“Saya sebagai Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk Iklim dan Energi, mewakili Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir dalam konferensi para pihak yang terhormat ini,” katanya.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mematuhi Perjanjian Paris guna mencapai target emisi nol bersih (net zero emission) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
“Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, yakni 8 persen secara berkelanjutan. Strategi pertumbuhan hijau kami tercermin dalam Kontribusi Nasional Kedua (Second Nationally Determined Contribution/SNDC). Kami menetapkan target emisi setara CO sebesar 1,2 gigaton pada skenario rendah dan 1,5 gigaton pada skenario tinggi pada tahun 2035,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, adik Presiden RI tersebut juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk meningkatkan porsi energi terbarukan menjadi 23 persen dari bauran energi nasional pada tahun 2030.
“Selain itu, kami juga mengembangkan teknologi lain seperti tenaga nuklir sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih,” ujar Hashim.
Dalam forum tersebut, Hashim didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Belém Leader Summit yang berlangsung pada 6–7 November 2025 mempertemukan para pemimpin dunia untuk membahas isu-isu perubahan iklim menjelang pelaksanaan COP30. (ANtara)
Berita Terkait
-
Pecah Rekor! Stok Beras Melimpah 12,5 Juta Ton, Indonesia Mulai Ekspor Beras Premium Tahun Ini
-
Justin Hubner Cetak Gol Debut, Selamatkan Fortuna Sittard dari Kekalahan
-
Tak Cuma Dapat Sertifikat, Menaker Minta Lulusan BLK Langsung Gas Kerja!
-
Indonesia Surplus 0,5 Juta Ton Jagung, Titiek Soeharto: Saatnya Kita Ekspor!
-
Syarief Khan hingga Jarwo Kwat, Ramaikan Kuis 'Dream Box Indonesia'
Terpopuler
-
Kasus Korupsi Chromebook: Pihak Nadiem Makarim Bakal Seret Google ke Persidangan Tipikor
-
Kunjungan Prabowo ke Kalsel: Hambatan Lahan Sekolah Rakyat Langsung Beres!
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Agen Asuransi Teriak Pajak 'Kurang Bayar' Membengkak, PAAI Desak Kemenkeu Beri Keadilan
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
Terkini
-
Kasus Korupsi Chromebook: Pihak Nadiem Makarim Bakal Seret Google ke Persidangan Tipikor
-
Kunjungan Prabowo ke Kalsel: Hambatan Lahan Sekolah Rakyat Langsung Beres!
-
Agen Asuransi Teriak Pajak 'Kurang Bayar' Membengkak, PAAI Desak Kemenkeu Beri Keadilan
-
Nasib Nadiem Makarim Ditentukan Hari Ini: Hakim Bacakan Putusan Sela Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 Triliun
-
Geger Penyelidikan Kriminal Jerome Powell oleh Trump, Kurs Dolar AS Langsung Ambruk!