Matamata.com - Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei mengungkapkan keinginannya untuk memperluas investasi di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam pertemuannya dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, di Jakarta, Rabu (20/11).
"Kami telah berinvestasi di beberapa sektor, tetapi seperti yang disampaikan Yang Mulia, potensinya jauh melampaui apa yang telah kami investasikan. Kami memiliki aspirasi dan impian untuk meningkatkan jumlah investasi dan mendatangkan investasi baru," ujar Suhail usai pertemuan.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menyoroti sejumlah peluang investasi, mulai dari hilirisasi aluminium, pengembangan infrastruktur, hingga pembangunan pusat data.
Untuk sektor hilirisasi, Rosan menawarkan peluang investasi alumina yang berlokasi di Kalimantan Barat. Sementara pada sektor infrastruktur, Suhail menilai kebutuhan Indonesia masih sangat besar sehingga UEA, menurutnya, siap menjadi mitra pembangunan.
Pada bidang pusat data, ia menekankan pentingnya layanan tersebut dalam mendukung manufaktur masa depan, khususnya bagi generasi muda.
"Mereka menggunakan banyak data dan akan terus menggunakannya seiring dengan semakin banyaknya penerapan AI di industri, pendidikan, layanan kesehatan, dan lainnya," ujarnya.
Suhail menambahkan, Indonesia memiliki modal besar berupa jumlah penduduk dan potensi sumber daya manusia. Dengan dukungan energi dan teknologi, ia meyakini masyarakat Indonesia dapat terus berinovasi. Karena itu, UEA membuka peluang investasi di berbagai sektor yang dapat digarap perusahaan asal negaranya.
Beberapa sektor yang tengah dilirik antara lain aluminium, pusat data, jaringan kelistrikan, energi interkoneksi, dan sejumlah proyek lainnya.
"Sekarang saatnya bagi perusahaan untuk memastikan bahwa mereka memperoleh situasi yang saling menguntungkan dan semoga kita dapat melihat lebih banyak kemitraan di masa mendatang antara Indonesia dan UEA," kata Suhail.
Ketika ditanya soal kemungkinan investasi bersama Danantara, Suhail menyebut bahwa sejumlah lembaga dana investasi UEA memang sudah menanamkan modal di Indonesia. Ia pun tidak menutup peluang kolaborasi lebih lanjut.
"Ada potensi, beri kami waktu, dan insya Allah kami akan melakukannya," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Permenhut 6/2026 Jadi Kunci Stabilitas dan Kepastian Proyek Karbon di Indonesia
-
Jepang Sebut Indonesia Destinasi Investasi Menjanjikan, Sektor Otomotif Jadi Andalan
-
Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I 2026 yang Lampaui Target
-
Target Investasi Triwulan I 2026 Diprediksi Tembus Rp497 Triliun, Sektor Hilirisasi Jadi Motor Utama
-
Prabowo Bakal Bangun Pusat Pengolahan Sawit dan Minyak Jelantah Menjadi Avtur
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR