Matamata.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas capaian dua film asal Indonesia yang berhasil membawa pulang penghargaan dari ajang QCinema International Film Festival 2025 di Filipina.
“Kami mengucapkan selamat kepada tim film Pangku yang kembali meraih penghargaan internasional. Rangkaian kemenangan mereka, dari Busan hingga QCinema, menunjukkan bahwa budaya lokal Indonesia memiliki daya tarik global ketika disampaikan dengan kejujuran dan kreativitas. Begitu pula dengan Little Rebels Cinema Club, prestasinya membuktikan bahwa talenta muda Indonesia telah siap menjadi bagian dari percakapan sinema dunia,” ujar Fadli dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.
Film Pangku, debut penyutradaraan Reza Rahadian, sukses meraih penghargaan Winner Best Asian First Film pada festival tersebut. Prestasi ini menambah daftar kemenangan film yang mengangkat tradisi kopi pangku dari Pantura itu dalam beberapa bulan terakhir.
Selain Pangku, film Little Rebels Cinema Club juga mencatat prestasi baru dengan meraih QCShorts International Special Mention. Film garapan sineas muda Khozy Rizal itu diapresiasi karena kekuatan cerita, karakter, dan relevansinya bagi penonton global.
Fadli menilai kemenangan dua film tersebut menjadi representasi keberagaman budaya Indonesia sekaligus bukti bahwa karya lokal mampu berbicara di panggung dunia.
Ia menegaskan, semangat kolektif dan kerja keras insan perfilman menjadi faktor penting dalam perkembangan sinema nasional.
Menurutnya, prestasi ini akan terus menginspirasi kemajuan perfilman tanah air.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK), Ahmad Mahendra, juga menyoroti capaian tersebut sebagai indikator kuatnya perkembangan ekosistem industri film di Indonesia.
“Keberhasilan Pangku dan Little Rebels Cinema Club adalah refleksi dari berkembangnya ekosistem perfilman nasional. Direktorat Jenderal PPPK akan terus memperkuat pembinaan, fasilitasi, dan pengembangan talenta film, memastikan lebih banyak karya Indonesia dapat berkeliling festival internasional dan mendapat apresiasi yang layak,” ujarnya.
Sebelumnya, Pangku juga mencuri perhatian pada Busan International Film Festival (BIFF) ke-30, dengan membawa pulang empat penghargaan internasional, yakni KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival Central Asia Cinema Award, serta Face of the Future Award.
Sementara itu, Little Rebels Cinema Club sebelumnya juga berhasil meraih Crystal Bear kategori Generation Kplus di ajang Berlinale ke-75.
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung karya film yang menghadirkan kekayaan budaya, cerita autentik, serta perspektif kreatif dari generasi baru sineas Indonesia. (Antara)
Berita Terkait
-
Gunakan Bahasa Daerah di Film 'Sunda Emperor', Laura Moane Merasa Tertantang
-
Ditipu soal Hubungan Asmara, Gisella Anastasia Suarakan Bahaya 'Love Scamming'
-
Kunjungi Probolinggo, Menbud Fadli Zon Dorong Candi Jabung Jadi Pusat Ekosistem Budaya
-
Kritik Film 'Esok Tanpa Ibu': AI Tak Akan Pernah Bisa Gantikan Peran Ibu
-
Saskia Chadwick Bintangi Film 'Tolong Saya', jadi Edukasi untuk Pelajar di Luar Negeri
Terpopuler
-
Khofifah Puji Peran Pesantren Bangkalan dalam Mencetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia
-
Kemenag Perkenalkan Konsep Ekoteologi di Forum Internasional Mesir
-
Mensesneg: Istana Proses Persetujuan Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK
-
Berantas Saham Gorengan, Menkeu Purbaya Siapkan PMK Baru untuk Investasi Dapen
-
Airlangga Prediksi Ekonomi Kuartal IV-2025 Tumbuh Lebih Tinggi dari Kuartal III
Terkini
-
Khofifah Puji Peran Pesantren Bangkalan dalam Mencetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia
-
Kemenag Perkenalkan Konsep Ekoteologi di Forum Internasional Mesir
-
Mensesneg: Istana Proses Persetujuan Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK
-
Berantas Saham Gorengan, Menkeu Purbaya Siapkan PMK Baru untuk Investasi Dapen
-
Airlangga Prediksi Ekonomi Kuartal IV-2025 Tumbuh Lebih Tinggi dari Kuartal III