Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto menutup sambutannya dengan tiga pantun pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat malam (6/12).
Dalam salah satu pantunnya, Prabowo menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Partai Golkar yang ia sebut sebagai partai almamaternya.
"Saudara-saudara, saya mau tutup pidato saya sekarang. Karena memang waktunya yang sudah lumayan, saya masih ada acara lagi. Saya mau tutup dengan pantun. Pohon beringin tegak berjaga. Daunnya rindang peneduh kita. Selamat ulang tahun Partai Golkar. Selamat ulang tahun almamater saya. Terus bersatu, bahu membahu membantu rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
Usai bait pantun dibacakan, seluruh hadirin kompak menjawab dengan seruan “cakep”. Tepuk tangan pun semakin meriah ketika Presiden menyebut Golkar sebagai partai almamaternya.
Tak hanya satu, Prabowo kemudian membaca dua pantun tambahan. Ia mengatakan hal itu dilakukan agar tidak kalah dengan Ketua Umum Golkar yang sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
"Pantun kedua, enggak mau kalah saya sama Bahlil. Beringin tumbuh akarnya kuat. Tahan badai tak mudah goyah. Melihat Golkar hari ini penuh semangat. Terus-teruslah berkarya untuk Indonesia Raya," lanjutnya.
Menjelang akhir sambutan, Prabowo membacakan pantun ketiga yang secara khusus menyebut sosok Bahlil.
"Partai Golkar berlambang pohon beringin. Ketua umumnya pemuda dari timur. Bahlil Lahadalia namanya. Kulitnya hitam giginya putih. Kalau ketawa manis sekali. Kalau bekerja semangatnya tak pernah luntur," kata Prabowo, disambut gelak tawa dan sorakan hadirin.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo hadir bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keduanya kompak mengenakan baju koko panjang berwarna putih serta peci hitam.
Sejumlah pejabat negara turut hadir mendampingi Presiden, di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Najamuddin, serta beberapa menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Antara)
Berita Terkait
-
Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan
-
Ada Anomali Harga Sawit, Mentan Amran: Perintah Presiden, Bela 15 Juta Petani
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
Terpopuler
-
Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan
-
Mentan Dorong Ekspor Pertanian dan CPO di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Perang AS-Iran, Menteri Bahlil Siap Genjot Produksi
-
Ada Anomali Harga Sawit, Mentan Amran: Perintah Presiden, Bela 15 Juta Petani
-
Yasmin Napper dan Lulu Tobing Bagikan Memori Keluarga yang Paling Berharga
Terkini
-
Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan
-
Mentan Dorong Ekspor Pertanian dan CPO di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Perang AS-Iran, Menteri Bahlil Siap Genjot Produksi
-
Ada Anomali Harga Sawit, Mentan Amran: Perintah Presiden, Bela 15 Juta Petani
-
Rupiah Melemah Rp18.000, Mensesneg Respons Tuntutan BEM SI Jateng soal Ekonomi