Matamata.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini diambil sebagai respons atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera beberapa waktu lalu.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa proses audit ini ditargetkan rampung dalam satu tahun. Namun, fokus utama akan diprioritaskan pada perusahaan-perusahaan besar dengan target penyelesaian pada Maret mendatang.
"Audit lingkungan ini akan kita lakukan hampir pada lebih dari 100 unit usaha di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Yang penting, yang besar-besar akan kita minta selesai di bulan Maret ya," ujar Hanif dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/12).
Hasil audit tersebut nantinya akan digunakan untuk menentukan sanksi yang terukur bagi unit usaha yang terbukti berkaitan dengan bencana alam tersebut. Hanif menyebutkan ada tiga skema sanksi yang disiapkan oleh kementerian.
"Apakah dengan pendekatan pidana, apakah dengan pendekatan gugatan perdata atau dengan sanksi administrasi paksaan pemerintah. Jadi, ada 3 saksi multidose yang akan ditempuh Kementerian Lingkungan Hidup," jelasnya.
Terkait progres di lapangan, Hanif mengungkapkan pihaknya telah melakukan pendalaman di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumut, selama dua minggu terakhir. Terdapat 8 hingga 9 unit usaha di lokasi tersebut yang saat ini telah dijatuhi sanksi administratif berupa paksaan pemerintah untuk menghentikan kegiatan sementara guna keperluan audit.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Barat, KLH telah melakukan verifikasi lapangan terhadap 17 dari sekitar 50 entitas usaha. Unit usaha yang diaudit mencakup berbagai sektor, mulai dari pabrik semen, pertambangan, perumahan, hingga perkebunan sawit. (Antara)
Berita Terkait
-
Wapres Gibran Tegur Gubernur Kalsel: Dengar Keluhan Rakyat, Cari Solusi Jangka Panjang
-
Penanganan Bencana Era Prabowo Gunakan Pendekatan TSM, Anti-'Wisata Bencana'
-
Bobby Nasution Minta Pejabat Baru Gerak Cepat Tangani Pascabencana di Sumut
-
Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Hunian Danantara dan Pimpin Rapat Koordinasi di Aceh
-
Presiden Prabowo: Penanganan Bencana Sumatera Tetap Serius Meski Tak Berstatus Bencana Nasional
Terpopuler
-
Puan Maharani Tegaskan APBN 2026 Bukan Sekadar Angka: Fokus Lapangan Kerja dan Daya Beli
-
Tak Gentar Hadapi Fans Garuda, John Herdman: Tekanan adalah Anugerah, Bukan Kutukan
-
Lebih Pilih Garuda daripada Jamaika, John Herdman: Indonesia Punya Visi dan Suporter Luar Biasa!
-
Spesifikasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang Akan Diakuisisi TNI AL dari Italia
-
Menhan Sjafrie Kunjungi Pakistan, Bahas Kerja Sama Pendidikan Militer dan Forum JDCC
Terkini
-
Puan Maharani Tegaskan APBN 2026 Bukan Sekadar Angka: Fokus Lapangan Kerja dan Daya Beli
-
Tak Gentar Hadapi Fans Garuda, John Herdman: Tekanan adalah Anugerah, Bukan Kutukan
-
Lebih Pilih Garuda daripada Jamaika, John Herdman: Indonesia Punya Visi dan Suporter Luar Biasa!
-
Spesifikasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang Akan Diakuisisi TNI AL dari Italia
-
Menhan Sjafrie Kunjungi Pakistan, Bahas Kerja Sama Pendidikan Militer dan Forum JDCC