Matamata.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) 1 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur. Fasilitas berkapasitas 74 ton per hari ini disiapkan untuk mendukung pertumbuhan hunian dan populasi di kawasan tersebut.
Manajer PT Bina Karya untuk Operation & Maintenance (OM) TPST 1, Harun, menjelaskan bahwa fasilitas ini diproyeksikan menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis energi.
"TPST 1 KIPP telah disiapkan untuk mendukung pertumbuhan hunian dan populasi di IKN. TPST kapasitas 74 ton itu sekaligus menjadi rujukan pengelolaan sampah berbasis energi di tingkat nasional," ujar Harun di Penajam Paser Utara, Kamis (1/1).
Teknologi Pengolahan Sampah Modern TPST 1 dirancang sebagai fasilitas terpadu yang menggabungkan proses pemilahan, pengurangan kadar air, serta pengolahan berbasis teknologi termal. Operasionalnya dilakukan di dua bangunan utama yang melingkupi pengolahan fisika dan termal.
Harun menambahkan bahwa desain awal fasilitas ini mampu mengolah hingga 2x30 ton sampah per hari. Inovasi yang diunggulkan adalah teknologi mengubah sampah menjadi energi (waste to energy).
"Diharapkan sistem waste to energy dapat menjadi contoh pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia," tuturnya.
Dampak Lingkungan dan Sosial Berdasarkan Keputusan Kepala Otorita IKN, operasional fasilitas ini berada di bawah supervisi Direktorat Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan (PGKP), dengan PT Bina Karya sebagai pelaksana teknis.
Project Officer Direktorat PGKP untuk OM TPST 1, Alifriyanto, menyatakan bahwa keberadaan TPST ini memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. Fasilitas ini juga melibatkan penduduk sekitar sebagai tenaga kerja.
"Inovasi teknologi daur ulang sampah menjadi energi komitmen IKN mendukung keberlanjutan lingkungan, mengubah sampah menjadi sumber energi bagi kehidupan masyarakat dan menghadirkan layanan dasar yang andal," kata Alifriyanto.
Selain manfaat teknis, keberadaan TPST 1 KIPP IKN diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab. (Antara)
Berita Terkait
-
Menteri LH Dorong PSEL Palembang Mampu Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
-
TNI AD Kolaborasi dengan Kemenko Pangan, Ini 3 Fokus Utama Pengelolaan Sampah
-
Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas: Model Pengelolaan Sampah Nasional dan Inovasi Genteng Limbah
-
Bupati Banyumas Janji di Hadapan Presiden Prabowo: 2028 Bebas Sampah dan Jadi Uang
-
Danantara Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Palembang
Terpopuler
-
Komisi III DPR Desak Polisi Segera Tangkap Tersangka Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
-
PPIH Siapkan Buggy Car dan Layanan Ramah Disabilitas untuk Jemaah Haji Gelombang II di Bandara Jeddah
-
Mentan Amran Cabut Izin Distributor Pupuk Subsidi Usai Terima Laporan Mahasiswa BEM
-
Stok Beras Aman, Bulog Serap 2,4 Juta Ton Gabah Petani per Mei 2026
-
Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini
Terkini
-
Komisi III DPR Desak Polisi Segera Tangkap Tersangka Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
-
PPIH Siapkan Buggy Car dan Layanan Ramah Disabilitas untuk Jemaah Haji Gelombang II di Bandara Jeddah
-
Mentan Amran Cabut Izin Distributor Pupuk Subsidi Usai Terima Laporan Mahasiswa BEM
-
Stok Beras Aman, Bulog Serap 2,4 Juta Ton Gabah Petani per Mei 2026
-
Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini