Matamata.com - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Senin (12/1/2026), menjadi katalis positif bagi percepatan pembangunan pendidikan di daerah tersebut.
Kepala Dinsos Kalsel, Muhammad Farhanie, mengungkapkan kehadiran Presiden tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyelesaikan kendala teknis pembangunan dua unit Sekolah Rakyat tambahan di Kalsel yang sebelumnya sempat tertunda.
“Ini berkah kedatangan Bapak Presiden. Beberapa lokasi yang sebelumnya tidak memenuhi syarat lahan akhirnya disetujui untuk dibangun dengan skema dan waktu pelaksanaan yang disesuaikan,” ujar Farhanie usai menghadiri peresmian di Banjarbaru.
Farhanie menjelaskan bahwa persiapan peluncuran Sekolah Rakyat ini tergolong singkat. Namun, berkat sinergi lintas kementerian, terutama kementerian Sosial (Kemensos), agenda tersebut berjalan sukses.
“Persiapan hanya sekitar satu minggu, waktunya sangat mepet. Tapi dukungan teman-teman Kemensos luar biasa. Pembangunan panggung saja tuntas dalam tiga hari, bahkan materialnya didatangkan langsung dari Surabaya,” tambahnya.
Kapasitas hingga 1.200 Siswa Terkait spesifikasi, Farhanie memaparkan bahwa setiap Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terintegrasi yang menampung jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu lokasi. Daya tampung sekolah sangat bergantung pada luas lahan yang disediakan pemerintah daerah.
“Satu Sekolah Rakyat diproyeksikan menampung 1.000 hingga 1.200 siswa. Jika lahan tersedia sekitar lima hektare, kapasitasnya sekitar 1.000 siswa. Jika lahan lebih luas, bisa mencapai 1.200 orang,” jelasnya.
Saat ini, proyek rintisan Sekolah Rakyat di Kalsel baru menampung sekitar 300 hingga 325 siswa. Farhanie optimis, setelah bangunan permanen dengan sistem terintegrasi selesai, daya serap siswa akan meningkat drastis.
Sesuai regulasi pemerintah pusat, pembangunan Sekolah Rakyat mensyaratkan penyediaan lahan antara lima hingga 10 hektare. Luasan ini diperlukan untuk mendukung fasilitas ruang kelas, asrama, serta sarana penunjang pendidikan lainnya secara komprehensif. (Antara)
Berita Terkait
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
-
Bahasa Prancis Wacana Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Matang
-
Gerindra Puji Sikap Elegan Megawati yang Tetap Hormati Presiden Prabowo
-
Seskab Teddy Ungkap Hasil Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo dan Efisiensi Anggaran
-
Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila: Jangan Hanya Untungkan Segelintir Orang
Terpopuler
-
Diduga Menipu hingga Miliaran Rupiah, Pengusaha Kayu Lapis di Sukabumi Dilaporkan ke Polisi
-
Mendag Siapkan Tiga Permendag Baru Atur Ekspor CPO hingga Batu Bara via BUMN
-
IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi
-
SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026
-
Rencana Kunjungan Megawati ke Dili, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Temui Presiden Timor Leste
Terkini
-
Mendag Siapkan Tiga Permendag Baru Atur Ekspor CPO hingga Batu Bara via BUMN
-
IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi
-
SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026
-
Rencana Kunjungan Megawati ke Dili, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Temui Presiden Timor Leste
-
KPK Duga Wamen Imigrasi Silmy Karim Terima Uang Pemerasan Sejak Menjabat Dirjen