Matamata.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penetapan margin fee sebesar 7 persen oleh pemerintah akan menjadi instrumen vital untuk memperkuat layanan publik dan distribusi beras nasional.
Langkah ini diambil guna menjaga ketahanan pangan serta menjamin keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.
Rizal menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi Bulog. "Margin fee ini bukan semata-mata keuntungan, melainkan instrumen untuk memperkuat layanan publik Bulog dan memastikan distribusi beras yang adil ke seluruh pelosok negeri," ujar Rizal di Jakarta, Senin (12/1).
Ia menjelaskan bahwa tambahan margin tersebut akan dialokasikan untuk revitalisasi aset, penguatan infrastruktur logistik pascapanen, serta peningkatan efisiensi distribusi.
Skema ini juga disetarakan dengan penugasan BUMN strategis lainnya yang mendapatkan margin dalam menjalankan mandat negara.
Sebelumnya, pemerintah secara resmi menyepakati penetapan margin fee penugasan Bulog sebesar 7 persen dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Keputusan ini mengevaluasi aturan lama sejak 2014 yang menetapkan margin hanya Rp50 per kilogram—angka yang dianggap tidak lagi memadai untuk menutup biaya operasional saat ini.
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui perhitungan matang bersama Menteri Keuangan dan BPKP. Meski sempat muncul usulan 10 persen, pemerintah akhirnya menyepakati angka 7 persen.
“Margin ini utamanya untuk menjamin pelaksanaan kebijakan beras satu harga di seluruh Indonesia. Jika hanya Rp50 per kilogram, biaya operasional dasar pun sering kali tidak tertutup, terutama untuk distribusi ke wilayah dengan tantangan geografis berat,” jelas Zulhas.
Dengan ruang finansial yang lebih sehat, Bulog diharapkan mampu bergerak lebih fleksibel dalam mendukung swasembada pangan dan stabilisasi harga beras. Rizal menambahkan, Bulog tetap berkomitmen menjadi garda terdepan dalam melindungi petani sekaligus menjaga kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Zulhas: Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen Adalah Sejarah Baru bagi Petani
-
Cegah Gudang Ambles, Bulog Audit Ketat Kapasitas Gudang Sewa untuk Stok Beras Nasional
-
Pecah Rekor! Bulog Serap 4,5 Juta Ton Gabah, Indonesia Resmi Swasembada Beras
-
Dirut Bulog Pastikan Harga Beras Stabil Sesuai HET Menjelang Tahun Baru 2026
-
TNI AL Panen 150 Kilogram Ikan di Teluk Ambon, Dukung Ketahanan Pangan Maluku
Terpopuler
-
Megawati: Pilkada Lewat DPRD Khianati Reformasi dan Putusan MK!
-
Pecah Telur Sejak 2014! Margin Bulog Naik Jadi 7 Persen demi Beras Satu Harga
-
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, 35 Kampung Nelayan Modern Rampung Januari Ini!
-
Zulhas: Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen Adalah Sejarah Baru bagi Petani
-
Kasus Korupsi Chromebook: Pihak Nadiem Makarim Bakal Seret Google ke Persidangan Tipikor
Terkini
-
Megawati: Pilkada Lewat DPRD Khianati Reformasi dan Putusan MK!
-
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, 35 Kampung Nelayan Modern Rampung Januari Ini!
-
Zulhas: Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen Adalah Sejarah Baru bagi Petani
-
Kasus Korupsi Chromebook: Pihak Nadiem Makarim Bakal Seret Google ke Persidangan Tipikor
-
Kunjungan Prabowo ke Kalsel: Hambatan Lahan Sekolah Rakyat Langsung Beres!