Matamata.com - Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap sistem perdagangan bebas global dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1). China memperingatkan bahwa perang tarif hanya akan memberikan guncangan negatif pada ekonomi dunia.
Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, menyatakan bahwa meskipun tantangan terhadap multilateralisme semakin berat, posisi Beijing tetap teguh dalam mendukung keterbukaan ekonomi.
"Sejak tahun lalu, perang tarif dan perdagangan telah menimbulkan guncangan signifikan pada ekonomi dunia serta menjadi tantangan serius bagi perdagangan bebas. Kita harus tegas mempromosikan globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat bagi semua pihak," ujar He Lifeng di hadapan peserta forum.
Ia mengakui bahwa globalisasi memang belum sempurna dan kerap menimbulkan masalah tertentu. Namun, He Lifeng menegaskan bahwa kembali ke jalur isolasi diri bukanlah solusi yang tepat. Menurutnya, pendekatan terbaik adalah menemukan jalan keluar melalui dialog kolektif untuk mengarahkan globalisasi ke arah yang benar.
Terkait hubungan dagang dengan Washington, He Lifeng menekankan pentingnya stabilitas hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut. Ia mencatat bahwa setelah sempat terlibat perang tarif pada 2025, kedua negara akhirnya mencapai kesepakatan lewat serangkaian negosiasi.
"Kedua pihak akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian dari konfrontasi. AS dan China harus saling membantu untuk sukses dan makmur bersama," tambahnya.
He Lifeng juga menyadari bahwa perbedaan sistem sosial, budaya, dan tahap pembangunan antarnegara adalah hal yang wajar. Namun, kunci penyelesaian perselisihan tersebut terletak pada semangat kesetaraan dan rasa hormat melalui konsultasi yang setara.
"Kuncinya adalah menjunjung tinggi semangat saling menguntungkan dan membangun kepercayaan melalui dialog," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Macron Tegaskan Uni Eropa Tak Ragu Gunakan Instrumen Anti-Paksaan Hadapi Ancaman Tarif AS
-
Panas! China Sebut Kesepakatan Cip AS-Taiwan Langgar Kedaulatan Beijing
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Beijing Tegaskan Isu Taiwan Urusan Dalam Negeri, Respons Klaim Donald Trump
-
China Tegaskan Netral, Bantah Terlibat Pasok Senjata ke Kamboja
Terpopuler
-
KPK Telusuri Dugaan Jual Beli Jabatan Bupati Pati Sudewo di Tingkat yang Lebih Tinggi
-
Atasi Kurang Dokter, Presiden Prabowo Targetkan Bangun 10 Universitas Berstandar Inggris
-
Di Davos, China Janjikan Dukungan Penuh untuk Perdagangan Bebas Global
-
Macron Tegaskan Uni Eropa Tak Ragu Gunakan Instrumen Anti-Paksaan Hadapi Ancaman Tarif AS
-
Presiden Prabowo dan Wakil PM Inggris Bahas Kerja Sama Perdagangan di Lancaster House
Terkini
-
KPK Telusuri Dugaan Jual Beli Jabatan Bupati Pati Sudewo di Tingkat yang Lebih Tinggi
-
Atasi Kurang Dokter, Presiden Prabowo Targetkan Bangun 10 Universitas Berstandar Inggris
-
Macron Tegaskan Uni Eropa Tak Ragu Gunakan Instrumen Anti-Paksaan Hadapi Ancaman Tarif AS
-
Presiden Prabowo dan Wakil PM Inggris Bahas Kerja Sama Perdagangan di Lancaster House
-
Jaksa Agung Ingatkan Penegakan Hukum Bisa Lumpuh, Usul Tambahan Anggaran Rp7,49 Triliun