Matamata.com - Indonesia resmi menggandeng World Economic Forum (WEF) untuk menyelenggarakan Ocean Impact Summit (OIS) perdana yang akan digelar di Bali pada 8–9 Juni 2026. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat (hub) ekonomi kelautan global.
Ketua Tim Kerja Sama Multilateral Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Desri Yanti, menyatakan bahwa kemitraan dengan organisasi ekonomi dunia tersebut akan mendongkrak kredibilitas OIS di mata internasional.
"Harapannya, Indonesia menjadi hub ekonomi kelautan tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi dunia. Mengingat posisi kita sebagai negara kepulauan terbesar," ujar Desri dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Selain WEF, ajang bergengsi ini juga didukung oleh OceanX, organisasi nirlaba global yang berfokus pada eksplorasi dan inovasi teknologi kelautan. Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry, menyebut kerja sama ini akan mendorong lahirnya inovasi pemanfaatan sumber daya laut berbasis ekonomi biru.
Hendra mencontohkan potensi besar penggunaan alga laut untuk industri plastik ramah lingkungan (biodegradable), serta pemanfaatan biota laut dalam untuk sektor biokosmetika dan biofarmakologi.
“Ini akan menjadi industri masa depan. OIS adalah jalan strategis untuk mendorong inovasi dan investasi berkesinambungan agar investor memahami potensi besar Indonesia,” tutur Hendra.
Persiapan forum internasional ini sudah mulai berjalan. Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto Darwin, menambahkan bahwa OIS akan menghadirkan para pemimpin organisasi dunia serta perwakilan negara-negara mitra.
Dukungan penuh WEF terhadap agenda di Bali ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dengan petinggi WEF di Davos, Swiss, pekan lalu. Kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di sela-sela pertemuan tahunan WEF 2026 yang dihadiri ribuan pemimpin global. (Antara)
Berita Terkait
-
Istana Ungkap Esensi 'Prabowonomics': Fokus pada Kedaulatan dan Swasembada Strategis
-
Mahasiswa Indonesia di Swiss Harapkan Kunjungan Presiden Prabowo di WEF 2026 Tarik Investasi Global
-
Di Davos, China Janjikan Dukungan Penuh untuk Perdagangan Bebas Global
-
Macron Tegaskan Uni Eropa Tak Ragu Gunakan Instrumen Anti-Paksaan Hadapi Ancaman Tarif AS
Terpopuler
-
Anak Indonesia Sampai Mars, Ini 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-anak Nonton 'Pelangi di Mars' di Bioskop!
-
Lia Warokka Rayakan Idul Fitri Tahun Ini dengan Penuh Prihatin: Dampak Perang Hambat Ekonomi
-
DPR Desak KPK Jelaskan Detail Perubahan Status Penahanan Yaqut Cholil Qoumas
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026: 283 Ribu Kendaraan Diprediksi Kembali ke Jakarta Hari Ini
-
Menhaj Jamin Keberangkatan Haji 2026 Sesuai Jadwal di Tengah Tensi Geopolitik
Terkini
-
DPR Desak KPK Jelaskan Detail Perubahan Status Penahanan Yaqut Cholil Qoumas
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026: 283 Ribu Kendaraan Diprediksi Kembali ke Jakarta Hari Ini
-
Menhaj Jamin Keberangkatan Haji 2026 Sesuai Jadwal di Tengah Tensi Geopolitik
-
Konflik Iran-Israel: PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Dorong Diplomasi
-
KPK Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Masih Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara