Matamata.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan konsep "Prabowonomics" yang akan dipaparkan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdananya di World Economic Forum (WEF) 2026. Konsep tersebut menitikberatkan pada kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional.
"Makna penting dari Prabowonomics adalah kedaulatan atau kemandirian ekonomi," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Prasetyo menjelaskan bahwa Prabowonomics merupakan tema besar yang mencakup stabilitas ekonomi nasional agar tetap tangguh menghadapi tantangan global. Selain itu, konsep ini mendorong kemandirian penuh di sektor strategis, khususnya pangan dan energi.
"Termasuk kemandirian dalam hal pangan dan energi. Selama ini istilah yang kita gunakan adalah swasembada pangan maupun energi. Itu bagian dari fondasi ketahanan ekonomi kita," lanjutnya.
Panggung Perdana Setelah 10 Tahun Absen Kehadiran Presiden Prabowo di Davos, Swiss, menandai kembalinya kepemimpinan tertinggi Indonesia di ajang WEF setelah absen selama 10 tahun. Terakhir kali Presiden Indonesia hadir di forum tersebut adalah Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011.
Berdasarkan jadwal resmi WEF, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato khusus (special address) pada pukul 14.00 waktu setempat (CET) atau pukul 20.00 WIB.
Dalam sesi yang sama, Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato setelah Presiden Israel Isaac Herzog, PM Yunani Kyriakos Mitsotakis, dan Presiden Finlandia Alexander Stubb. Sementara itu, Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa akan menjadi pembicara setelah sesi Prabowo berakhir.
Terkait agenda pertemuan bilateral di sela-sela forum, pihak Istana masih melakukan koordinasi. "Kami belum tahu (kepastian pertemuan bilateral), nanti kami coba cek lagi," pungkas Prasetyo.
World Economic Forum (WEF) sendiri merupakan organisasi non-pemerintah dan think tank dunia yang berbasis di Swiss. Sejak 1971, forum ini menjadi wadah bagi para pemimpin dunia, akademisi, dan praktisi untuk merumuskan solusi atas tantangan ekonomi global. (Antara)
Berita Terkait
-
Mensesneg Targetkan Perbaikan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Rampung Sebulan
-
Batas Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang Presiden, Mensesneg: Sesuai Kebutuhan
-
Rupiah Melemah Rp18.000, Mensesneg Respons Tuntutan BEM SI Jateng soal Ekonomi
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
Terpopuler
-
Pengamat Sayangkan Pembubaran Diskusi Pejabat Negara di UGM: Kampus Harus Jadi Ruang Dialog
-
Kanselir Jerman Friedrich Merz: Eropa Siap Dialog Damai Soal Ukraina
-
Ukraina Klaim Serangan Militernya Pangkas Produksi Minyak Rusia ke Level Terendah
-
Batas Akhir MagangHub Kemnaker 18 Juni, Ini Syarat Pencairan Uang Saku
-
Syarief Khan akan Laporkan Selebgram ke Polisi, terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Intimidasi
Terkini
-
Kanselir Jerman Friedrich Merz: Eropa Siap Dialog Damai Soal Ukraina
-
Ukraina Klaim Serangan Militernya Pangkas Produksi Minyak Rusia ke Level Terendah
-
Batas Akhir MagangHub Kemnaker 18 Juni, Ini Syarat Pencairan Uang Saku
-
Menteri HAM Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bukan Pelanggaran HAM
-
HIPMI Siap Jadi Jembatan Investasi dan Kolaborasi Bisnis Indonesia-Jerman