Matamata.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, meminta pemerintah segera mengantisipasi potensi gangguan penerbangan haji dan umrah. Langkah ini diperlukan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berisiko berdampak pada keamanan wilayah udara.
"Perkembangan situasi ini harus menjadi perhatian bersama, khususnya dalam memastikan perlindungan jemaah umrah dan calon jemaah haji Indonesia," ujar Dini dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Legislator dari Dapil Jawa Timur II ini menekankan agar negara hadir memberikan jaminan keamanan. Ia meminta pemerintah memastikan jemaah yang sedang maupun akan berangkat ke Arab Saudi memperoleh informasi yang jelas, akurat, dan transparan.
Mengingat pemberangkatan jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 22 April mendatang, Dini mendesak optimalisasi Kantor Urusan Haji dan perwakilan RI di Arab Saudi. Hal ini bertujuan agar jemaah mendapatkan pendampingan dan respons cepat jika terjadi situasi darurat.
"Persiapan haji tahun ini harus tetap berjalan optimal namun tetap adaptif terhadap perkembangan global. Kita tidak boleh panik, tetapi tidak boleh lengah. Mitigasi risiko harus disiapkan sejak dini," tegasnya.
Selain itu, Dini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menjamin hak-hak jemaah di tengah ketidakpastian situasi.
10 Komitmen Pemangku Kepentingan Merespons dinamika tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah menggelar pertemuan strategis dengan lintas instansi, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kemenhub, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, maskapai, serta asosiasi PPIU.
Pertemuan tersebut menghasilkan 10 komitmen bersama, di antaranya:
Pembentukan pusat koordinasi terpadu lintas kementerian dan lembaga.
Pertukaran data dan pembaruan informasi rutin terkait penanganan perjalanan umrah.
Imbauan dari Kemlu kepada PPIU untuk mempertimbangkan penundaan keberangkatan jemaah umrah sementara waktu hingga ruang udara dinyatakan kondusif.
Pemerintah terus memantau situasi keamanan wilayah udara dari dan menuju Arab Saudi guna memastikan keselamatan seluruh jemaah Indonesia. (Antara)
Berita Terkait
-
Menhaj Irfan Yusuf Lantik PPIH Embarkasi 2026: Layanan Haji Harus Inklusif dan Anti-Diskriminasi
-
China Dukung Peringatan IMF: Konflik Timur Tengah Ancam Keamanan Energi Global
-
Polri Bentuk Satgas Haji 2026: Antisipasi Penipuan dan Visa Ilegal Jemaah
-
Trump Klaim Perang AS-Israel Lawan Iran Segera Berakhir, Puji Peran Pakistan
-
Blokade Selat Hormuz: China Sebut Langkah Amerika Serikat Tak Selesaikan Masalah
Terpopuler
-
Viral! Diduga Istri Ahmad Sahroni, Feby Belinda Selingkuh dengan Yoyo 'Padi'
-
Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global
-
Kumpulkan Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Prabowo: Kita Semua di Tenda Ini Adalah Patriot!
-
Menhaj Irfan Yusuf Lantik PPIH Embarkasi 2026: Layanan Haji Harus Inklusif dan Anti-Diskriminasi
-
Menko Pangan Dorong Hilirisasi dan Riset Kampus guna Perkuat Ketahanan Nasional
Terkini
-
Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global
-
Kumpulkan Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Prabowo: Kita Semua di Tenda Ini Adalah Patriot!
-
Menhaj Irfan Yusuf Lantik PPIH Embarkasi 2026: Layanan Haji Harus Inklusif dan Anti-Diskriminasi
-
Menko Pangan Dorong Hilirisasi dan Riset Kampus guna Perkuat Ketahanan Nasional
-
Program Makan Bergizi Gratis BGN: Berdayakan UMKM dan Bumdes di Daerah Bencana Aceh